Entertainment / Music
Kamis, 02 Juli 2026 | 21:57 WIB
Media conference Prambanan Jazz (Dokumen Prambanan Jazz)
Baca 10 detik
  • Festival Prambanan Jazz 2026 akan diselenggarakan pada 3-5 Juni 2026 di Kompleks Candi Prambanan, Yogyakarta dengan konsep baru.
  • Kurator menghadirkan konsep Playing Jazz yang menampilkan musisi lintas genre untuk mengeksplorasi aransemen musik bernuansa jazz lebih kental.
  • Penyelenggara berupaya menjaga keseimbangan antara kualitas artistik musik jazz dengan keberlanjutan ekonomi bagi seluruh ekosistem pendukung festival tersebut.

Suara.com - Prambanan Jazz 2026 akan berlangsung selama tiga hari, Jumat sampai Sabtu (3-5/6/2026) di Kompleks Candi Prambanan, Yogyakarta. Menjadi salah satu festival musik besar di Indonesia, Prambanan Jazz tahun ini, disebut akan lebih memperlihatkan representasi musik jazz.

Kurator Prambanan Jazz 2026, Shadu Rasjidi, merespons kritik dan masukan dari publik terkait penyelenggaraan PJF. Salah satunya, tentang performance jazz yang kurang menonjol.

Shadu mengatakan, hal itu menandakan bahwa banyak orang peduli terhadap PJF. Oleh sebab itu, sebagai respons atas suara publik, Prambanan Jazz akan menghadirkan sejumlah konsep baru, dengan nuansa yang lebih jazz.

“Tahun ini lebih memperlihatkan representasi jazz,” ungkapnya, Kamis, 2 Juli 2026 di Kompleks Candi Prambanan.

Tahun ini, Prambanan Jazz menghadirkan konsep Playing Jazz. Beberapa musisi lintas genre akan eksplor musik mereka dan memberikan sentuhan aransemen baru yakni jazz.

“Saya senang dengan konsep Playing Jazz tahun ini. Ada musisi dari genre lain yang mengeksplorasi musik jazz dengan cara mereka sendiri,” ujar Shadu.

Beberapa musisi lintas genre yang akan tampil dengan konsep Playing Jazz, antara lain Perunggu dan The Panturas. Kedua musisi yang lekat dengan genrenya masing-masing tersebut, dikabarkan akan memberikan sentuhan berbeda dalam musik mereka pada saat tampil di panggung Prambanan Jazz 2026.

Festival Harus Punya Identitas

Sebagai kurator, Shadu menyebut tugasnya bukan hanya pilih line up saja. Namun, juga soal bagaimana Prambanan Jazz bisa berkembang, tanpa menghilangkan identitasnya.

Baca Juga: Prambanan Jazz Festival 2026 Umumkan Line Up Terbaru, Ini Daftar Penampil Hari Pertama hingga Ketiga

Sebab menurutnya, festival musik harus punya identitas. Namun, tidak bisa dipungkiri, di saat yang sama pula, festival juga perlu memastikan kelangsungan hidup orang-orang di balik layar.

“Festival bukan hanya soal siapa yang tampil di atas panggung, tetapi juga tentang ratusan orang yang bekerja di baliknya mulai dari pelaku UMKM, sponsor, kru produksi, hingga seluruh ekosistem yang bergerak,” kata dia.

Oleh sebab itu, penyelenggara Prambanan Jazz, berupaya menjaga keseimbangan antara kualitas artistik dan keberlanjutan festival.

“Kami ingin menghadirkan kualitas musikal yang baik, memastikan festival ini tetap sehat, sehingga setiap tahun memiliki kesempatan untuk terus memperkuat unsur jazz di dalamnya,” paparnya.

Load More