- Seskab Teddy Indra Wijaya viral karena memainkan pulpen saat mendampingi Presiden Prabowo bertemu Presiden Putin di Rusia.
- Momen yang terjadi pada Eastern Economic Forum 2026 tersebut memancing beragam komentar candaan dari warganet.
- Unggahan video gestur tersebut mengalihkan fokus pembahasan warganet dari substansi pertemuan bilateral kenegaraan Indonesia-Rusia.
Suara.com - Gestur Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, dalam rangkaian Eastern Economic Forum (EEF) 2026 viral di sosial media.
Sorotan warganet tertuju pada sebuah potongan video ketika Teddy terlihat memainkan atau memutar-mutar pulpen di sela jemarinya.
Momen itu terjadi saat Putin tengah menyampaikan sambutan resmi di hadapan delegasi Indonesia.
Suasana pertemuan yang berlangsung formal membuat gerakan kecil tersebut justru terlihat mencolok.
Video itu kemudian beredar dan memancing beragam komentar dari pengguna media sosial.
Sebagian warganet menilai gestur Teddy kurang tepat dilakukan ketika seorang kepala negara sedang berbicara dalam forum diplomatik.
Namun, ada pula yang menganggap gerakan tersebut sebagai kebiasaan spontan atau gestur bawah sadar yang tidak perlu dibesar-besarkan.
Alih-alih membahas substansi pertemuan Prabowo dan Putin, kolom komentar justru dipenuhi candaan mengenai gaya Teddy saat memainkan pulpen.
Seorang pengguna bahkan menyebut Teddy cocok menjadi karakter Bawang Merah untuk menggantikan Nia Ramadhani.
Warganet lain menyamakan gaya Teddy saat memutar pulpen dengan Britney Spears.
"Bro pikir dia Britni Spirs," tulis seorang pengguna.
Ada pula warganet yang menyoroti gerakan tangan Teddy secara khusus.
"Jujur .. cara muter bolpen, bikin Jelly Tobing + Gilang Ramadan minder," tulis akun lainnya.
Pertemuan Prabowo dan Putin sendiri berlangsung dalam agenda bilateral yang membahas hubungan Indonesia-Rusia serta sejumlah kepentingan kedua negara.
Seskab Teddy hadir sebagai bagian dari rombongan Presiden RI dalam forum kenegaraan tersebut.