- Rapi Films merilis serial Tante Sonya di WeTV yang dibintangi oleh Raihaanun, Maxime Bouttier, dan Hamish Daud.
- Serial ini menceritakan kisah asmara kantor dengan perbedaan usia 14 tahun serta konflik keluarga yang tayang setiap Jumat dan Sabtu.
- Maxime Bouttier menjelaskan bahwa proses pembuatan serial ini melibatkan pembacaan naskah selama dua bulan untuk membangun chemistry.
Suara.com - Serial Tante Sonya tengah mencuri perhatian sejak pertama kali tayang. Diproduksi Rapi Films dan hadir di platform WeTV, serial ini mempertemukan sejumlah aktor ternama seperti Raihaanun, Maxime Bouttier, hingga Hamish Daud.
Tante Sonya tayang setiap Jumat dan Sabtu pukul 18.00 WIB. Selain menghadirkan kisah asmara, serial ini juga mengangkat persoalan keluarga, pekerjaan, hingga rasa insecure yang muncul dalam hubungan dengan perbedaan usia.
Salah satu daya tariknya adalah hubungan antara Sonya Mahardika Laksono yang diperankan Raihaanun dan Ben Adrian yang dimainkan Maxime Bouttier. Keduanya memiliki jarak usia hingga 14 tahun.
Dalam jumpa pers di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (24/9/2026), Maxime menjelaskan hubungan kedua karakter tersebut bermula ketika Ben sedang berada dalam kondisi terpuruk dan mendapat bantuan dari Sonya.
"Jadi Tante Sonya ini simple sebenernya office romance dan ada age gap antara Sonya dan Ben. Ben ini lagi dikondisi terpuruk dan dibantu Sonya. Dari situ, Ben langsung jatuh cinta sama Sonya," beber Maxime Bouttier.
"Tapi setelah itu nggak ketemu selama 8 tahun. Terus pas ketemu, Sonya berubah, jadi si Ben ini mencoba mencari tahu kenapa Sonya berubah. Dia berusaha masuk ke kantor Sonya. Dari awal si Ben ini sudah ada perasaan ke Sonya," sambungnya lagi.
Menurut Maxime, perbedaan usia bukan satu-satunya persoalan yang dibawa dalam cerita. Rasa tidak percaya diri atau insecure dalam hubungan juga menjadi bagian yang cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari.
"Mungkin ini sangat relate banyak orang yang age gap itu gak ada artinya, insecure itu pasti ada antara laki-laki dan perempuan dan itu diangkat di Tante Sonya. Ada konflik office romance, dan keluarganya," imbuhnya.
Raihaanun pun melihat karakter Sonya sebagai sosok yang tidak sesempurna kelihatannya. Meski digambarkan tegas dan sudah mapan, Sonya tetap memiliki sisi rapuh yang membuat karakternya terasa lebih manusiawi.
"Karena Tante Sonya itu, dia itu sebenernya walau age gap, dia 14 tahun beda sama Ben. Dia walau terlihat tegas dan mapan, tapi aslinya juga rapuh juga. Sisi-sisi itu di Tante Sonya dibuat manusia pada umumnya yang akan relate dengan banyak orang," ungkap Raihaanun.
Chemistry Maxime dan Raihaanun
Selain cerita, interaksi antara Maxime dan Raihaanun menjadi bagian yang menarik dalam serial tersebut. Maxime mengaku proses membangun chemistry dengan Raihaanun tidak terlalu sulit karena keduanya sudah menjalani reading selama sekitar dua bulan.
"Sebenernya gak terlalu challenge, kita reading tuh dua bulan. Kita coba ubah dialognya supaya relate dengan Ben dan Sonya. Setiap kerjaan pasti ada prosesnya. Ini gak ada challenge-nya tapi ini proses," terangnya.
Pengalaman selama syuting juga menghadirkan sejumlah kejadian yang tidak terlupakan bagi Maxime. Salah satunya ketika ia harus menjalani adegan ditampar oleh Raihaanun.
"Mungkin di syuting, ada momen aku main piano, ada momen Sonya tampar aku. Ternyata kalo dia nampar aku, ternyata nampar beneran. Ada take adegan itu lima sampe enam kali. Dia ngomong Max aku beneran loh (namparnya). Tapi its okay, cuma wow keras bener. Aku gak pernah ditampar sekeras itu. Itu challenge lucu sih," ujar Maxime lantas tertawa.