- Rapper Saykoji mengungkap rincian honor penampilannya di PestaPora melalui akun Instagram miliknya.
- Dari total bayaran Rp45 juta, Saykoji hanya menerima pendapatan bersih sebesar Rp4,5 juta saja.
- Sebagian besar honor tersebut dialokasikan untuk membayar kru, musisi tambahan, serta pekerja kreatif pendukung.
Suara.com - Rapper Ignatius Rosoinaya Penyami atau Saykoji mengungkap besaran honor yang diterimanya setelah tampil di PestaPora 2026.
Dari pembayaran sebesar Rp45 juta, Saykoji menyebut dirinya hanya menerima Rp4,5 juta secara bersih.
Hal tersebut disampaikan Saykoji melalui unggahan di akun Instagram-nya.
Pemilik hits "Online" ini menjelaskan bahwa honor seorang penampil dalam festival musik tidak sepenuhnya menjadi pendapatan pribadi, karena ada banyak pihak yang terlibat dalam sebuah pertunjukan.
"Ketika kita berdiri di depan panggung festival seperti PestaPora dan terpukau melihat set megah sang penampil, ada satu hal yang sering luput: panggung festival adalah sebuah siklus ekonomi mikro yang nyata," tulis Saykoji.
Menurut Saykoji, sebagian besar pembayaran yang diterimanya digunakan untuk membiayai kebutuhan tim yang terlibat dalam penampilannya.
Tim tersebut mencakup musisi tambahan, tim pra-produksi, pekerja panggung, audio, hingga videografer dan fotografer.
"Angka honor yang masuk ke gue sebagai rapper, tidak pernah berhenti di satu rekening. Dari angka tersebut, roda ekonomi berputar cepat," ujarnya.
Ia kemudian mengungkap nominal yang diterimanya dari penampilan di PestaPora.
Dari pembayaran senilai Rp45 juta, Saykoji menyebut honor bersih yang masuk kepadanya sebesar Rp4,5 juta.
Saykoji menilai sebagian besar biaya tersebut memang pantas diberikan kepada tim yang telah mendukung penampilannya di atas panggung.
"Yes untuk panggung gue di @pestapora kemarin, sebagian besar cost habis untuk keseluruhan tim. Dan mereka layak gue apresiasi sebaik mungkin untuk keterlibatan mereka di panggung, walau honor manggung Saykoji pada umumnya tidak sebesar teman-teman dari genre musik yang lain,” imbuh Saykoji lagi.
Lebih lanjut, Saykoji juga menyoroti peran penonton dalam keberlangsungan ekosistem musik melalui pembelian tiket konser atau festival.
"Tiket yang kamu beli bukan sekadar tiket tontonan, melainkan bahan bakar bagi ekosistem musik lokal untuk terus hidup," tutur Saykoji.
"Menonton konser bukan cuma tentang bersenang-senang melepas penat di akhir pekan, ini adalah cara langsung mengapresiasi dan menghidupi puluhan profesi kreatif di baliknya."