- Konser Kanye West pada 24 Oktober di GBK dapat menjadi sarana melepaskan stres dan merayakan Hari Kesehatan Mental Sedunia melalui lagu-lagunya seperti Ghost Town dan Reborn.
- Musik memiliki peran psikologis yang mendalam.
- Konser YE menjanjikan pertunjukan visual dan audio kelas wahid dengan tata panggung 360 derajat (Globe Stage) yang memberikan pengalaman tak terlupakan bagi penonton.
Suara.com - Konser YE atau Kanye West akan digelar di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 24 Oktober mendatang. Pertunjukan ini bisa dijadikan momentum untuk merayakan Hari Kesehatan Mental Sedunia yang tepat jatuh pada hari ini, Sabtu (10/10).
Apalagi, YE cukup konsisten menggunakan musik sebagai medium untuk bercerita tentang pergulatan mental. Lagu Gost Town dan Reborn jadi buki sahihnya.
Gost Town yang dirangkum di album ye (2018) gamblang sekali mengangkat tema kerentanan, kecemasan, serta keinginan buat menemukan kebebasan dari ekspektasi publik. Sementara Reborn, singel kolaborasinya dengan Kid Cudi menyuarakan tentang harapan, proses penyembuhan, dan upaya untuk bangkit dari masa-masa sulit.
Kedua lagu tersebut bukan sekadar menyuguhkan alunan beat hip-hop. Menyelami narasi yang tersimpan di dalam syairnya juga dapat dijadikan cara untuk tetap waras di dunia yang penuh tekanan ini.
Betul sekali, merayakan Hari Kesehatan Mental Sedunia tak melulu harus dengan meditasi sunyi. Bagi sebagian orang, merayakan kesehatan mental adalah tentang memberikan ruang bagi diri sendiri untuk merasakan kebahagiaan, melepaskan stres, dan terhubung dengan orang-orang yang memiliki minat sama.
Peran Musik Kenali Emosi
Psikolog Klinis Dewasa, Larasati Margaretha Soetrisno, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa musik memiliki peran psikologis yang mendalam. Menurutnya, musik membantu manusia mengenali emosi mereka.
"Tidak semua orang bisa dengan mudah melabeli perasaan mereka. Namun, ketika mendengar lirik, nada, atau instrumen tertentu, musik sering kali menjadi representasi dari apa yang sedang kita rasakan," ujar Larasati.
Mendengarkan musik, kata dia juga dapat menjadi mekanisme pertahanan diri sementara yang valid saat menghadapi tekanan. Ketika sebuah lagu terasa relatable atau "gue banget", muncul koneksi emosional yang membuat kita merasa tidak sendirian dalam menghadapi masalah.
Menurutnya kalau tekanan emosional sudah mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, mencari pertolongan psikolog adalah langkah yang bijak dan berani.
Konser dengan Produksi Kelas Wahid
Konser YE di Jakarta nanti merupakan rangkaian tur dunianya. Konser ini bukan pertunjukan musik biasa karena YE dikenal selalu menghadirkan production value kelas wahid.
Di GBK nanti, ia akan menampilkan Globe Stage, panggung ikonik 360 derajat yang dirancang untuk mendekatkan jarak antara artis dan penggemar.
Kombinasi tata cahaya yang dramatis, audio berkualitas tinggi, dan pyrotechnics bakal menciptakan pengalaman seumur hidup yang sangat berkesan.
Tiket "YE Live in Jakarta" masih tersedia secara eksklusif melalui situs resmi yejakarta.com. So, lo udah ngamanin tiketnya belum?