- Maia Estianty mengunggah pandangan mengenai rezeki, kerja keras, dan sedekah di aplikasi Threads pada Oktober 2026.
- Unggahan tersebut menuai kritik luas dari warganet karena dianggap tidak peka terhadap kondisi kesulitan ekonomi masyarakat.
- Akibat pernyataan itu, sebagian pengguna media sosial memberikan komentar kritis dan mencap Maia Estianty sebagai pihak yang tone deaf.
Karena itu, unggahan Maia dianggap kurang menunjukkan empati terhadap kelompok masyarakat yang sedang berjuang secara ekonomi.
"Niatnya mungkin mau nyindir orang yang ngatain dia tone deaf, tapi jujur...malah kelihatan tone deaf-nya sih bund," tulis akun @sed**te***a di X.
Apa Itu Tone Deaf?
Secara harfiah, tone deaf berarti tuli nada, yaitu kesulitan mengenali atau membedakan nada musik. Namun, dalam percakapan sehari-hari, istilah ini juga digunakan untuk menggambarkan seseorang yang dianggap tidak peka terhadap perasaan orang lain atau kurang memahami situasi sosial.
Menurut BBC Learning English dan sumber lain, penggunaan tone deaf dalam konteks sosial merujuk pada perkataan atau tindakan yang tidak sesuai dengan suasana maupun keadaan orang di sekitarnya.
Istilah tersebut juga dapat digunakan ketika seseorang tidak menyadari bahwa perkataan atau tindakannya kurang tepat dalam situasi tertentu.
Dalam kasus Maia Estianty, label tone deaf muncul karena sebagian warganet menilai unggahannya tentang kerja keras dan sedekah kurang mempertimbangkan pengalaman masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi.
Kritik tersebut bukan berarti semua orang memiliki pandangan yang sama, melainkan menunjukkan adanya perbedaan perspektif dalam menanggapi pesan yang disampaikan.
Dengan demikian, tone deaf dalam konteks polemik ini dapat dipahami sebagai istilah untuk mengkritik pernyataan yang dianggap kurang peka terhadap kondisi sosial.
Istilah tersebut berbeda dari makna medisnya dalam konteks kemampuan mengenali nada musik.