Irma Rihi Tak Masuk Nominasi FFI 2026, Arie Kriting: Apa Karakter Orang Timur Harus Selalu Miskin?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:51 WIB
Arie Kriting (Instagram)
BACA 10 DETIK
  • Arie Kriting mengkritik pengumuman nominasi FFI 2026 pada 13 Oktober karena Irma Rihi tidak masuk daftar.
  • Sutradara Ernest Prakasa dan Kamila Andini memberikan dukungan serta catatan penting atas absennya sejumlah nama.
  • Arie menyarankan panitia FFI memperluas sudut pandang dalam menilai karakter daerah agar tidak dangkal.

Suara.com - Pengumuman nominasi Festival Film Indonesia 2026, mendapat kritik terbuka dari komika, aktor sekaligus sutradara Arie Kriting.

Bermula saat nama Irma Rihi, pemeran Mak dalam film Na Willa tidak masuk nominasi. Padahal, lawan mainnya, Luisa Adreena menjadi satu dari empat nominator Pemeran Utama Perempuan Terbaik.

Para nominatornya yakni; Christine Hakim (Semua Akan Baik-Baik Saja), Marsha Timothy (Tukar Takdir), Meriam Bellina (Senin Harga Naik) dan Shenina Cinnamon (Dopamin).

Arie Krititng mempertanyakan, apakah karakter dari Indonesia Timur harus selalu digambarkan menderita agar bisa dilirik.

"Apakah karakternya harus miskin, tersiksa, atau diperkosa dulu baru dianggap?" tulis Arie dalam unggahan di Instagram pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Ia menambahkan, "Memangnya kenapa kalau berperan sebagai ibu pada umumnya seperti yang dimainkan oleh Irma Rihi di film Na Willa itu?"

Atas protesnya ini, Arie Kriting memberikan saran agar panitia FFI bersedia membuka pandangan lagi mengenai karakter di suatu daerah tertentu.

"Menggali lagi biar sudut padangnya tidak dangkal dan berputar-putar di permukaan, lalu luput mengenali bentuk lain dari karakter yang hadir di layar lebar," kata sutradara film Kaka Boss ini.

Film Na Willa (Instagram/nawillaofficial)

Kritik tajam tersebut langsung memancing perhatian sineas. Sutradara Ernest Prakasa ikut bersuara membela pandangan tersebut.

"Sungguh amat layak @irmarihi. Semangat kak," tulis Ernest Prakasa.

Dukungan serupa juga datang dari sutradara Kamila Andini. Ia bahkan menilai absennya beberapa nama besar seperti Irma Rihi sebagai catatan penting untuk FFI tahun ini.

"Tidak ada Irma Rihi, tidak ada Gina S Noer, tidak ada Elisabeth Sisauta (Maira) adalah catatan saya untuk FFI tahun ini," ungkap Kamila Andini.

Menanggapi berbagai respons yang masuk, Arie Kriting memberikan klarifikasi tambahan. Ia menegaskan bahwa kritik tersebut murni bentuk kepedulian terhadap kemajuan industri film Indonesia.

"Ya mungkin ini cuma perasaan saya saja sebenarnya," ujar Arie Kriting merendah.

Meski demikian, ia berharap dewan juri FFI bisa lebih jeli ke depannya. Arie ingin sudut pandang penjurian bisa jauh lebih luas dalam melihat dinamika karakter.

"Makanya di sini saya juga tidak bermaksud menggugat penilaian itu, siapalah saya ini. Di sini saya cuma mau saran saja," kata Arie Kriting.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com