Diambil dari Urban Legend Babakan Siliwangi, Budget The Doll Ghawiah Disebut Setara 3 Film Horor

Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:37 WIB
Para pemain film The Doll Ghawiah di acara gala premier yang berlangsung Mal Plaza Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). [Alya Khairunisa/Suara.com]
BACA 10 DETIK
  • Sutradara Guntur Soeharjanto dan produser Rocky Soraya meluncurkan film The Doll Ghawiah di Menteng pada 16 Oktober 2026.
  • Film garapan Rocky Soraya tersebut diangkat dari kisah urban legend boneka Uci asal Babakan Siliwangi Bandung.
  • Keluarga Arya mengalami teror mistis setelah menerima boneka Ghawiah dan dijadwalkan tayang bioskop 29 Oktober 2026.

Suara.com - Guntur Soeharjanto, sutradara The Doll Ghawiah mengungkap latar belakang di balik pembuatan film garapannya itu dalam gala premiere yang digelar pada Jumat (16/10/2026) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Guntur mengaku ini adalah kali keempat ia bekerja sama dengan Rocky Soraya selaku produser semesta The Doll.

Bagaimana membuat roh dalam boneka Ghawiah tetap ada namun dengan karakter dan penceritaan yang berbeda dari film-film sebelumnya menjadi tantangan Guntur dalam menyutradarai film ini.

Selain mengungkap tantangan dalam pembuatan film The Doll Ghawiah, Guntur juga mengungkapkan latar belakang film yang diangkat berdasarkan urban legend Babakan Siliwangi.

"Di sini dari urban legend di Siliwangi yang kalau kita browsing pasti muncul di situ boneka Uci. Berangkat dari situ, kami buat film, the doll-nya itu si Ghawiah namanya, yang nanti bakal jadi jalan cerita di film ini," kata Guntur.

Selain Guntur, Rocky Soraya juga bercerita soal budget yang dikeluarkan untuk pembuatan film The Doll Ghawiah ini.

"Mungkin soal budget kami enggak usah spill angka pasnya, cuma kalau dihitung bisa bikin berapa film horror, tiga lah, ya," ujar Rocky.

Dalam penjelasannya, Rocky mengungkap alasan mengapa boneka Ghawiah hanya bisa berbicara dan tidak berjalan seperti boneka dalam The Doll 3.

"Jadi kami bikin dia enggak jalan-jalan, tapi kami bikin dia bisa ngomong, karena kalau enggak, bakal membosankan. Sudah 2026 kan ya, kalau ada sebuah boneka yang cuma duduk aja, sebagai film kurang cinematic, makanya kami bikinnya ke sana," ucapnya.

Tak hanya itu, Rocky juga mengungkap bahwa pembuatan boneka Ghawiah langsung dipesan dari Bali dengan teknologi animatron yang langsung didatangkan dari Amerika Serikat.

Selain boneka, set rumah kaca dalam film juga dibuat berskala besar agar menjadi klimaks cerita sekaligus pertarungan final yang dramatis.

Darius Sinathrya menjadi salah satu aktor utama dalam film The Doll Ghawiah yang disutradarai Guntur Soeharjanto. [Alya Khairunisa/Suara.com]

The Doll Ghawiah sendiri bercerita tentang Arya (Darius Sinathrya) dan Evi (Titi Kamal) yang pindah dari Jakarta ke kawasan Babakan Siliwangi di Bandung bersama anak-anak mereka; Gita (Aisyah Aqilah) dan Nala (Laura Moane) untuk memulai lembaran hidup baru.

Namun, niat ini berubah menjadi teror mistis ketika Nala menerima sebuah boneka bernama Ghawiah dari anak kecil bernama Uci.

Dengan bantuan dari seorang pegawai restoran bernama Laras (Sara Wijayanto), keluarga itu berusaha lepas dari jeratan teror yang kemudian menuntun mereka untuk mengetahui tragedi kelam dalam masa lalu Uci.

Film ini dijadwalkan akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 29 Oktober 2026 dan akan tersedia juga dalam format IMAX. [Alya Khairunisa]

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com