Chandra Satria Garap Trilogi Video Musik Dan Bola Esok, Rangkai Tiga Karya Jadi Satu Cerita

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 18:56 WIB
Trilogi Dan Bila Esok karya Candra Satria (Instagram)
BACA 10 DETIK
  • Musisi Chandra Satria merilis proyek trilogi video musik sinematik bertajuk Dan Bila Esok di Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis (22/10/2026).
  • Proyek yang merangkai tiga lagu ini digarap bersama penulis skenario Titien Wattimena dan sutradara Agung Sentausa menggunakan struktur tiga babak.
  • Kolaborasi lintas bidang tersebut berhasil mewujudkan karya visual yang bermakna mendalam serta mampu berdiri sendiri di tiap bagiannya.

Suara.com - Musisi Chandra Satria resmi meluncurkan proyek musik sinematik bertajuk Dan Bila Esok.Karya apik ini merupakan sebuah trilogi video musik yang merangkai lagu Saat Denganmu, Dan, serta Pilihan menjadi satu kesatuan cerita.

Chandra Satria mengungkapkan, angan-angan melahirkan sajian visual sinematik tersebut sebenarnya telah lama tersimpan di benaknya.

"Keinginan bikin konsep ini udah lama. Tahun lalu memberanikan diri memulai ide ini," kata Chandra di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2026).

Gagasan segar itu mengemuka usai Chandra berkolaborasi melantunkan lagu bersama diva Sheila Majid dan musisi Dewi Lestari.

"Jadi setelah lagu itu jadi, berpikir gimana ya. Gue pingin bikin ini jadi cerita pendek," ujarnya.

Guna mematangkan impiannya, ia bergegas mengajak penulis skenario Titien Wattimena dan sutradara Agung Sentausa untuk berembuk.

"Akhirnya konsultasi sama Mbak Titin sama Agung. Akhirnya nekat membuat trilogi ini," lanjutnya.

Penulis cerita Titien Wattimena merasa bersyukur karena jumlah materi lagu sangat pas dirancang menggunakan formula skenario film.

0

"Awalnya ketika Chan datang ke aku, untung cuma tiga ya. Kebetulan karena cuma tiga, secara penulisan cerita bisa pakai struktur tiga babak," kata Titien.

Menurut Titien, tantangan terberat proyek ini adalah meramu alur agar setiap video tetap berbobot saat ditonton secara terpisah.

"Tapi tantangannya setiap babak ketika dilepas harus bisa berdiri sendiri. Secara cerita kita mencoba mencari sesederhana mungkin tapi insya Allah bisa menyentuh perasaan sih," lanjutnya.

Sutradara Agung Sentausa turut membeberkan proses penggarapan visual yang berangkat langsung dari pesan mendalam setiap lagu.

"Sebenernya dari lagunya udah ada, dicoba ditulis kisahnya sama Titin. Kadang ada kepengen visualnya terpisah berdiri sendiri, ini kita coba dan aku merasa ini semua harus direalisasikan untuk nafas dan nyawa dari lagu itu sendiri," ujar Agung.

Kolaborasi lintas sineas dan musisi ini menjadi bukti totalitas Chandra Satria dalam merawat gairah berkarya di belantika musik Tanah Air.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com