Film GJLS: Berapi-Api Angkat Sisi Lain Petugas Damkar, Jadi Andalan Warga di Luar Urusan Kebakaran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:24 WIB
Film GJLS: Berapi-Api Angkat Sisi Lain Petugas Damkar, Jadi Andalan Warga di Luar Urusan Kebakaran [Instagram]
BACA 10 DETIK
  • Sutradara Monty Tiwa dan rumah produksi Amadeus Sinemagna memproduksi film komedi aksi berjudul GJLS: Berapi-Api.
  • Film yang dibintangi Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir ini menceritakan tiga petugas divisi non-kebakaran.
  • Bioskop Indonesia dijadwalkan menayangkan film tersebut secara serentak mulai tanggal 5 November 2026 mendatang.

Suara.com - Petugas pemadam kebakaran (damkar) tak hanya bertugas memadamkan api dan menyelamatkan korban kebakaran.

Di tengah masyarakat, mereka juga kerap menjadi andalan untuk menangani berbagai persoalan sehari-hari, mulai dari mengevakuasi hewan hingga membantu warga yang mengalami kesulitan.

Fenomena tersebut menjadi salah satu inspirasi film komedi aksi GJLS: Berapi-Api garapan sutradara Monty Tiwa dan rumah produksi Amadeus Sinemagna.

Film ini menghadirkan sisi lain kehidupan petugas damkar melalui kisah tiga sahabat yang diperankan Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir.

Berbeda dari gambaran petugas pemadam kebakaran yang identik dengan aksi heroik di tengah kobaran api, film ini menyoroti tugas pelayanan masyarakat yang tak kalah penting.

Ketiga karakter tersebut dikisahkan gagal dalam pelatihan akademi damkar hingga akhirnya ditempatkan di divisi pelayanan non-kebakaran.

Mereka pun harus menghadapi berbagai laporan warga yang terkesan sepele, tetapi membutuhkan penanganan serius. Mulai dari membantu warga yang kepalanya tersangkut di sela jeruji pagar, mengambil buku rapor anak sekolah yang tertinggal, hingga menghadapi situasi warga yang histeris di lingkungan permukiman.

Cerita tersebut menggambarkan bagaimana petugas damkar dapat menjadi tempat masyarakat mencari pertolongan ketika menghadapi masalah yang sulit diselesaikan sendiri.

Dalam kehidupan sehari-hari, laporan kepada damkar memang tidak selalu berkaitan dengan kebakaran. Permintaan bantuan untuk mengevakuasi kucing yang terjebak di pohon, melepaskan cincin yang tersangkut di jari, hingga menyingkirkan sarang tawon juga kerap menjadi bagian dari pelayanan mereka.

Kehadiran petugas damkar dalam situasi tersebut memperlihatkan bahwa tugas penyelamatan tidak selalu harus melibatkan bencana besar. Bantuan sederhana pun dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat, termasuk para ibu yang khawatir terhadap keselamatan keluarga di rumah.

Pesan tersebut turut menjadi perhatian Rigen Rakelna yang memerankan karakter bernama Rigen dalam film tersebut. Ia mengatakan, film ini tidak hanya ingin menghadirkan hiburan, tetapi juga menyampaikan pesan mengenai pentingnya membantu sesama.

“Selain kami ingin membawakan cerita yang lebih hangat, inspiratif, lucu, dan terbuka untuk siapa saja, kami juga ingin menunjukkan kalau tidak ada namanya perbuatan baik yang ‘terlalu kecil’. Dan kami rasa Damkar adalah bentuk nyata dari pesan tersebut," kata Rigen dalam pernyataannya.

Melalui perpaduan komedi, aksi, dan persahabatan, GJLS: Berapi-Api berupaya menunjukkan bahwa menjadi pahlawan tidak selalu berarti melakukan tindakan besar. Kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi orang lain juga menjadi bentuk keberanian yang layak dihargai.

Film ini sekaligus mengangkat penghormatan terhadap para petugas damkar yang bersiaga melayani masyarakat. Di balik seragam dan berbagai tugas penyelamatan, terdapat tanggung jawab untuk membantu warga menghadapi situasi darurat maupun persoalan yang membutuhkan penanganan khusus.

Dibintangi Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir, GJLS: Berapi-Api dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 5 November 2026. 

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com