Foto / News
Senin, 20 Juli 2026 | 07:03 WIB
Sejumlah warga Nunukan berfoto di depan patok dua perbatasan Indonesia-Malaysia di Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Minggu (19/7/2026). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj]
Sejumlah warga Nunukan berfoto di depan patok dua perbatasan Indonesia-Malaysia di Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Minggu (19/7/2026). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj]
Sejumlah warga Nunukan berkunjung ke rumah simbolisasi perbatasan Indonesia-Malaysia di Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Minggu (19/7/2026). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj]

Suara.com - Sejumlah warga Nunukan berfoto di depan patok dua perbatasan Indonesia-Malaysia di Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Minggu (19/7/2026). Lokasi tersebut menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik perhatian pengunjung di wilayah perbatasan.

Pulau Sebatik merupakan pulau terluar berpenghuni yang wilayahnya terbagi antara Indonesia dan Malaysia. Bagian selatan pulau masuk wilayah Indonesia, sedangkan bagian utara berada di bawah administrasi Negara Bagian Sabah, Malaysia.

Patok batas negara di Desa Aji Kuning menjadi daya tarik tersendiri karena berada di kawasan permukiman warga. Bahkan, kawasan tersebut dikenal memiliki rumah-rumah yang berdiri sangat dekat dengan garis batas kedua negara.

Selain berfoto di patok perbatasan, wisatawan juga dapat melihat berbagai simbol kehidupan masyarakat tapal batas yang sehari-hari berinteraksi dengan dua budaya dan aktivitas ekonomi lintas negara.

Pemerintah daerah terus mengembangkan potensi wisata perbatasan di Sebatik sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkenalkan kawasan terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia. [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj]

Load More