24 Tahun Bom Bali, Kenangan dan Doa untuk 202 Korban

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:00 WIB
Warga negara asing (WNA) meletakkan bunga di dekat foto keluarganya saat Peringatan 24 Tahun Tragedi Bom Bali di Monumen Tragedi Kemanusiaan, Badung, Bali, Senin (12/10/2026). [ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj]
Warga meletakkan lilin di dekat foto keluarganya saat Peringatan 24 Tahun Tragedi Bom Bali di Monumen Tragedi Kemanusiaan, Badung, Bali, Senin (12/10/2026). [ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj]
Sejumlah tokoh lintas agama berdoa bersama saat Peringatan 24 Tahun Tragedi Bom Bali di Monumen Tragedi Kemanusiaan, Badung, Bali, Senin (12/10/2026). [ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj]

Suara.com - Warga negara asing (WNA) meletakkan bunga di dekat foto keluarganya saat Peringatan 24 Tahun Tragedi Bom Bali di Monumen Tragedi Kemanusiaan, Badung, Bali, Senin (12/10/2026).

Kegiatan yang mengusung tema Merawat Perdamaian, Mewariskan Harapan untuk Generasi Masa Depan tersebut digelar dengan renungan kemanusiaan, doa bersama, dan menyalakan lilin untuk mengenang tragedi kemanusiaan bom Bali 2002 yang merenggut korban jiwa 202 orang.

Para penyintas dan keluarga korban turut hadir dalam peringatan tersebut. Sejumlah wisatawan mancanegara juga meletakkan bunga sebagai bentuk penghormatan kepada korban. Dari 202 korban, 88 di antaranya merupakan warga Australia.

Peringatan juga diisi doa lintas agama, testimoni penyintas, nyanyian perdamaian, peletakan bunga, dan penyalaan lilin. Kegiatan menjadi momentum mengenang korban sekaligus menyerukan perdamaian agar tragedi serupa tidak kembali terjadi. [ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj]

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com