Menengok Progres Embung Kebagusan, Penahan Banjir Baru Jakarta

Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:00 WIB
Sejumlah pekerja dengan menggunakan alat berat menyelesaikan pembangunan proyek Embung Kebagusan di Jakarta, Selasa (13/10/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/nz]
Sejumlah pekerja dengan menggunakan alat berat menyelesaikan pembangunan proyek Embung Kebagusan di Jakarta, Selasa (13/10/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/nz]
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kanan) mendengarkan penjelasan dari Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum (kiri) saat mengunjungi proyek pembangunan Embung Kebagusan di Jakarta, Selasa (13/10/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/nz]

Suara.com - Sejumlah pekerja dengan menggunakan alat berat menyelesaikan pembangunan proyek Embung Kebagusan di Jakarta, Selasa (13/10/2026). Infrastruktur ini nantinya dapat mengurangi risiko banjir di Ibu Kota hingga 8 persen.

Embung Kebagusan dibangun di lahan sekitar dua hektare untuk mengurangi debit air yang mengalir melalui Saluran Penghubung (PHB) Joe. Infrastruktur ini ditargetkan mampu menekan banjir di hulu Mampang sekitar 1,43 hingga 2 persen.

Pembangunan embung tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp54 miliar untuk pekerjaan fisik, sementara pembebasan lahan seluas dua hektare mencapai Rp200 miliar. Embung memiliki kedalaman sekitar lima meter serta dilengkapi saluran masuk, saluran keluar dan pintu air.

Pemprov DKI menargetkan Embung Kebagusan rampung pada akhir 2026 dan mulai beroperasi pada Februari 2027. Embung ini menjadi bagian dari upaya pengendalian banjir di sistem tata air Krukut-Mampang bersama pembangunan infrastruktur lain dan normalisasi Kali Krukut. [ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/nz]

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com