Spanduk Raksasa Greenpeace di Bundaran HI, "Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah"

Selasa, 20 Oktober 2026 | 14:09 WIB
Sejumlah aktifis Greenpeace membentangkan spanduk yang bertema krisis iklim di Bundaran HI, Jakarta, Selasa (20/10/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Sejumlah aktifis Greenpeace membentangkan spanduk yang bertema krisis iklim di Bundaran HI, Jakarta, Selasa (20/10/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Sejumlah aktifis Greenpeace membentangkan spanduk yang bertema krisis iklim di Bundaran HI, Jakarta, Selasa (20/10/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Sejumlah aktifis Greenpeace membentangkan spanduk yang bertema krisis iklim di Bundaran HI, Jakarta, Selasa (20/10/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Sejumlah aktifis Greenpeace membentangkan spanduk yang bertema krisis iklim di Bundaran HI, Jakarta, Selasa (20/10/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Sejumlah aktifis Greenpeace membentangkan spanduk yang bertema krisis iklim di Bundaran HI, Jakarta, Selasa (20/10/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Sejumlah aktifis Greenpeace membentangkan spanduk yang bertema krisis iklim di Bundaran HI, Jakarta, Selasa (20/10/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com -
Sejumlah aktifis Greenpeace membentangkan spanduk yang bertema krisis iklim di Bundaran HI, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Greenpeace membentangkan dua spanduk raksasa berisi kritikan kepada pemerintah.

Greenpeace membentangkan dua spanduk raksasa dari Patung Selamat Datang. Spanduk bertuliskan “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup” diarahkan ke Istana Merdeka, sementara spanduk “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?” menghadap ke selatan.

Dalam riset “Besok Harga Naik!”, Greenpeace menemukan krisis iklim berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat di Jabodetabekjur, Cekungan Bandung, dan Kartamantul. Dampak terbesar dirasakan pada konsumsi dan biaya pangan sebesar 41%, disusul produktivitas serta pendapatan 39%.

Greenpeace menyebut nelayan dan pekerja gig, seperti pengemudi ojek daring dan pekerja lepas, menjadi kelompok yang paling terdampak. Sebanyak 57,34% responden mengaku memangkas konsumsi non-esensial, sedangkan 56,79% mengambil pekerjaan sampingan atau membuka usaha baru untuk menambah pendapatan.

Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia Jeanny Sirait mengatakan masyarakat semakin menanggung sendiri beban adaptasi terhadap krisis iklim. Menurutnya, pemerintah perlu merumuskan kebijakan yang melindungi masyarakat dari dampak bencana, kenaikan biaya hidup, serta ancaman terhadap sumber penghidupan. [Suara.com/Alfian Winanto]

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com