Fresh.suara.com - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menerangkan bahwa cara deteksi cacar monyet atau monkey pox berbeda dengan cara deteksi Covid. Selain itu, saat ini baru ada dua laboratorium yang dapat melakukan deteksi cacar monyet di Indonesia.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Muhammad Syahrir mengungkapkan, jika deteksi Covid dilakukan dengan swab rongga hidung, berbeda halnya dengan cacar monyet atau monkey pox.
“Jadi untuk deteksi cacar monyet ini, agak berbeda dengan yang lain, juga agak berbeda dengan covid, ini adalah melalui pemeriksaan PCR, usapan atau swab pada ruam-ruam atau pada lesi-lesi cacar yang ada pada tubuh pasien yang dicurigai itu, jadi itu di-swab, diusap begitu, kemudian dikirim,” ujar Syahrir dalam konferensi pers yang digelar lewat Zoom call, Sabtu (20/8/2022).
Syahrir juga menerangkan, untuk saat ini, baru ada dua laboratorium yang bisa mendeteksi cacar monyet. Namun, dalam waktu dekat, ada 10 laboratorium yang akan siap melakukan pemeriksaan sampel.
“Nah, pemeriksaan, saat ini ada dua ya di Indonesia, yang pertama adalah di laboratorium rujukan nasional BKPK Kementerian Kesehatan, yang kedua di laboratorium Institut Pertanian Bogor, dalam proses sekarang sudah akan ditambah sepuluh laboratorium yang ditingkatkan untuk melakukan pemeriksaan PCR sesuai dengan pintu masuk-pintu masuk yang diharapkan menjadi kewaspadaan kita,” lanjut Syahrir.
Syahrir juga menegaskan, pihaknya sudah menyiapkan ribuan reagent untuk rumah sakit-rumah sakit di provinsi untuk dapat melakukan pemeriksaan sendiri, tanpa harus mengirim sampel pasien ke laboratorium di Jakarta.
“Juga kepada beberapa rumah sakit yang sudah bisa melakukan PCR, Kementerian Kesehatan sudah menyiapkan 1200 reagent karena ini adalah khusus pemeriksaannya ya, itu diberikan manakala ada kecurigaan, dilakukan di provinsi, tanpa harus dikirim lagi ke Jakarta,” lanjutnya.
Diberitakan sebelumnya, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia baru saja mengumumkan kemunculan kasus pertama cacar monyet alias Monkey Pox di Indonesia. Pasien Nomor 1 cacar monyet itu ditemukan di provinsi DKI Jakarta.
Kementerian Kesehatan mengungkapkan, pasien baru saja kembali dari bepergian dari luar negeri. Pasien berusia 27 tahun tersebut, menurut Jubir Kemenkes dr. Muhammad Syahrir, menunjukkan sejumlah gejala.
Baca Juga: Beredar Video Ferdy Sambo dan Krishna Murti Lakukan Ini Bareng, Netizen Geger!
“Alhamdulilah pasien 27 tahun ini laki -laki memang habis bepergian dari luar negeri dengan gejala tanggal 16 ada demam, ada pembesaran kelenjar limpa, tapi keadaannya baik, artinya tidak sakit berat dan ada ruam-ruamnya di muka, telapak tangan, kaki dan sekitar alat genitalia,” ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Muhammad Syahrir dalam zoom dengan wartawan, Sabtu (20/8/2022).
Berita Terkait
-
Breaking News! Virus Cacar Monyet Sudah Masuk Indonesia, Ini Pasien Nomor 1
-
Pasien Pertama Cacar Monyet Hanya Isolasi Mandiri, Dinkes Lakukan Contact Tracing untuk Deteksi Penularan
-
Pasien Cacar Monyet Pertama di Indonesia Alami Hal Ini di Sekitar Alat Kelaminnya
-
Cegah Cacar Monyet, Masyarakat Diimbau Masturbasi pada Jarak 180 cm Ketimbang Seks Kontak Fisik
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
- 25 Pengemis Haji Gocap di Kebayoran Baru Dikirim ke Panti Sosial
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Jangan Diam Uang Rakyat Jadi Bancakan! Masyarakat Diajak Susun APBN Tandingan
-
Sektor Perumahan Solid di Belakang Hilal Firmansyah
-
Iran Buka Peluang Diplomasi dengan AS, Tunggu Sikap Washington
-
Persib Resmi Pinjamkan Bek Muda Dion Markx ke Persita
-
Tambang Ilegal di Bukit Soeharto Disikat Satgas PKH, Potensi Denda Tembus Rp147 Miliar
-
Purbaya Siapkan Teknologi Canggih Baru Deteksi Cukai Rokok, Libatkan Perusahaan Asing
-
Bisa Picu Konflik Horizontal! Pengerahan Ormas saat Kerusuhan Demo DPR Disorot
-
Desil Bansos Bukan Takdir, Begini Cara Mengoreksi Datanya
-
Apa Saja Mimpi yang Tidak Boleh Diceritakan Menurut Islam? Ini Penjelasan Ulama
-
Aksi 'Duka' BEM SI Jatim di Grahadi: Sentil Anggaran Makan Bergizi Gratis di Tengah Bencana