SUARA GARUT - Awbimax Alias Bima Yudho Saputro yang berani mengkritik Pemerintah Provinsi Lampung kini terus menjadi sorotan publik.
Diketahui, seorang pengacara bernama Gindha Ansori Wayka telah melaporkan Bima Yudho Saputro ke polisi terkait kritikannya kepada Pemprov Lampung.
Bima Yudho Saputro, seorang tiktokers yang tengah melanjutkan pendidikannya di Australia tersebut viral, karena kontennya membahas terkait alasan Lampung lambat berkembang.
Hingga kemudian Awbimax dipolisikan oleh Gindha Ansori, seorang advokat. Dugaannnya, ujaran kebencian karena Bima telah menyebut Lampung 'Dajjal' pada video yang ia unggah di akun sosmednya.
Akhirnya, kini malah Gindha Ansori berhadapan dengan ayahanda Bima Yudho atau Awbimax.
Polda Lampung telah menyatakan tidak adanya unsur pidana pada ucapan Bima Yudho dalam video konten tiktoknya.
Kasusnya pun saat ini telah dihentikan dan giliran keluarga Bima Yudho kini bersuara untuk membela sang anak dari tuduhan advokat Gindha Ansori.
Juliman, ayah Bima Yudho sindir pengacara Gindha Ansori perihal pejabat yang sopan dalam berbicara namun ujungnya melakukan korupsi.
"Gini apa artinya orang itu baik sopan santun tapi berkorupsi, dia berbicara dengan kotor tapi tidak korupsi dia jujur, logis, tegas, berani, bagaimana, ini yang saya tanyakan," pungkas Juliman, sebagaimana dikutip suara.garut.com dari akun twitter @PartaiSocmed pada Kamis (20/4/2023).
Baca Juga: Alami Cedera Otak Akibat Dianiaya Mario Dandy, Kondisi David Ozora Semakin Membaik
Ayah Bima Yudho tampak begitu geram dengan pernyataan pengacara tersebut, yang selalu menyinggung kata 'Dajjal' yang telah dikatakan anaknya dalam mengkritik Provinsi Lampung. (*)
Editor: Mustika Ati
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas