Suara.com - Kiira Kinkle adalah bayi yang baru berusia 2 bulan. Namun, bayi itu sama sekali belum pernah disentuh kulitnya oleh kedua orangtuanya. Karena, Kiira mengalami penyakit kulit yang disebut recessive dystrophic epidermolysis bullosa. Artinya, kulit Kiira akan langsung melepuh apabila terkena sentuhan.
“Ini merupakan penyakit terburuk yang pernah anda dengar,” kata Kirsti Kinkle, ibu kandung Kiira kepada KCRA-TV.
Kata Kirsti, kulit anaknya itu bisa langsung melepuh apabila terkena merek baju atau ketika dirinya menaruh Kiira di tangannya.
“Saya tidak bisa menyentuh tangannya karena selalu diperban. Tidak boleh ada kontak kulit dengan kulit,” jelasnya.
Kirsti dan suaminya Jason akan bertemu dengan ahli medis, Jumat (19/12/2014) di rumah sakit Stanford University. Hingga kini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit itu.
Bukan hanya Kirsti dan Jason yang heran, dua putri mereka juga tidak paham kenapa mereka tidak boleh menyentuh sang bayi. Kirsti dan Jason berharap dokter di Stanford University bisa memberikan perawatan kepada Kiira. (NYDailynews)
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem