Suara.com - Pisang mengandung tiga jenis gula alami yakni sukrosa, fruktosa dan glukosa yang dikombinasikan dengan serat. Pisang diketahui kaya akan vitamin dan mineral, serta energi yang tinggi.
Penelitian telah membuktikan bahwa dengan mengonsumsi dua buah pisang dapat memberikan tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitas berat selama 90 menit. Tak heran jika pisang adalah buah nomor satu yang dikonsumsi para atlet.
Tetapi energi bukanlah satu-satunya cara pisang untuk membantu kita tetap fit. Buah berwarna kuning ini juga dapat membantu mengatasi, serta mencegah berbagai macam penyakit. Apa saja? Berikut ulasannya melanjutkan artikel sebelumnya.
7. Mabuk
Salah satu cara paling cepat untuk menyembuhkan mabuk adalah milkshake pisang yang dikombinasikan dengan madu. Buah pisang dapat meredakan kejang di perut dan madu bisa menormalkan kadar gula darah. Sedangkan susu akan menenangkan akibat konsumsi alkohol.
8. Morning sickness
Ngemil pisang di antara waktu makan dapat membantu menjaga kadar gula darah dan menghindarkan diri dari penyakit morning sickness.
9. Gigitan nyamuk
Sebelum mengoleskan krim gigitan nyamuk di sekujur tubuh Anda untuk menghalau gigitan nyamuk, coba ganti dengan memoleskan bagian dalam kulit pisang. Kulit pisang bisa meredakan iritasi dan bentol-bentol akibat gigitan nyamuk.
10. Saraf
Pisang mengandung vitamin B yang dapat membantu menenangkan sistem saraf.
11. Meredakan maag
Pisang baik untuk memperlancar sistem pencernaan karena teksturnya yang lembut. Tak hanya itu, pisang juga mampu menetralisir kelebihan zat asam
dan mengurangi iritasi dengan melapisi bagian dalam perut.
12. Mengendalikan suhu
Pisang sering disebut sebagai buah 'pendingin' yang dapat menurunkan suhu tubuh baik fisik dan emosional bagi ibu hamil. Di Thailand, misalnya, ibu hamil makan pisang untuk memastikan bayi mereka lahir dengan suhu dingin.
Jadi, pisang adalah obat alami untuk bermacam-macam penyakit. Jika Anda membandingkannya dengan apel, maka pisang memiliki empat kali protein lebih banyak, dua kali lipat karbohidrat, tiga kali lipat fosfor, lima kali lipat Vitamin A dan zat besi, dan dua kali vitamin dan mineral lainnya.
Jadi, konsumsi pisang mulai dari sekarang untuk menjaga tubuh Anda dari serangan penyakit secara alami. (worldobserveronline.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?