Suara.com - Sebuah penelitian baru-baru ini yang berjudul: "Efektivitas Yoga dalam Memodifikasi Faktor Risiko Penyakit Kardiovaskular dan Sindrom Metabolisme", menyebutkan bahwa yoga merupakan terapi yang baik dilakukan oleh penderita dengan gangguan kardiovaskular.
Dibandingkan dengan pasien yang tidak menjalani latihan ini sama sekali, pasien dengan terapi yoga menunjukkan peningkatan indeks massa tubuh yang signifikan. Perubahan yang terlihat jelas ditemukan pada berat badan, tekanan darah diastolik, total kolesterol, trigliserida, dan detak jantung.
"Ulasan ini membantu memperkuat alasan bahwa yoga merupakan terapi yang efektif bagi penderita gangguan kardiovaskular," kata peneliti seperti dilansir dalam jurnal European Journal of Preventive Cardiology.
Hasil penelitian ini, lanjut dia, mendukung penelitian sebelumnya tentang manfaat positif yoga untuk penyakit kardiovaskular dan sebagai pencegahan.
Penelitian ini juga menemukan bahwa merokok memberi dampak yang berlawanan ketika pasien penyakit kardiovaskular melakukan yoga. Sehingga perilaku merokok harus dihindari oleh pasien penyakit ini agar hasil yang didapatkan bisa maksimal. (Times of India)
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan