Suara.com - Hati-hati bila sering merasa nyeri di daerah persendian, bisa jadi itu merupakan tanda Anda menderita asam urat.
Penyakit ini seperti dilansir HelloSehat.com disebabkan oleh uric acid (asam urat), yang dihasilkan tubuh ketika memecah purin, yang menumpuk di persendian.
Normalnya, asam urat larut dalam darah lalu hilang melalui urin. Tetapi, kadang tubuh menghasilkan asam urat dalam darah, atau ginjal hanya mampu melepaskan asam urat ke dalam urin dalam jumlah sedikit. Akibatnya, asam urat akan menumpuk dan membentuk kristal asam urat pada persendian dan mengelilingi jaringan, menyebabkan nyeri, peradangan, dan bengkak.
Perlu diketahui, asam urat merupakan produk sampingan dari purin yang dapat ditemukan di berbagai jenis makanan. Dan, makanan yang mengandung purin tinggi harus dihindari oleh penderita asam urat.
Lantas, makanan apa saja yang mengandung tinggi purin?
Makanan yang memiliki kadar purin antara 150-800 mg dalam 100 gram makanan harus dihindari oleh penderita asam urat. Bayangkan jika tubuh Anda dipaksa untuk memecah purin sebanyak itu, berapa jumlah asam urat yang akan dihasilkan dan akan menumpuk di persendian Anda.
Makanan Tinggi Purin
Berikut beberapa makanan yang tinggi purin yang harus dihindari penderita asam urat.
1. Jeroan, termasuk hati, ginjal, jantung, limpa, otak, babat, usus, dan paru
2. Kaldu daging
3. Sosis atau produk daging lainnya
4. Bebek
5. Burung
6. Ikan sarden dan ikan makerel
7. Makanan laut lainnya, seperti kerang, udang, dan kepiting
8. Ragi
9. Minuman yang mengandung soda
10.Alkohol
Selain makanan yang harus dihindari, ada pula jenis makanan yang perlu dibatasi oleh penderita asam urat. Ini dikarenakan makanan ini mengandung purin, tetapi dalam jumlah yang sedang.
Berikut beberapa makanan yang perlu dibatasi oleh penderita asam urat:
1. Daging dan ayam yang harus dibatasi hanya 50 gram/hari
2. Ikan, seperti ikan tongkol, ikan tenggiri, ikan bawal, ikan bandeng dibatasi hanya 50 gram/hari
3. Kacang-kacangan, seperti kacang hijau, kacang tanah, dan kacang kedelai dibatasi hanya 25 gram/hari
4. Produk kacang kedelai, seperti tahu dan tempe juga dibatasi hanya 25 gram/hari
5. Beberapa jenis sayuran, seperti bayam, kangkung, asparagus, buncis, daun dan biji melinjo, kapri, kacang polong, dan kembang kol paling banyak hanya 100 gram/hari
6. Jamur juga dibatasi hanya 100 gram/hari
Diet Tepat untuk Penderita Asam Urat
Lalu, bagaimana sebaiknya asupan makan penderita asam urat?
Rekomendasi asupan makan untuk penderita asam urat pada prinsipnya adalah makan makanan sehat dengan gizi seimbang.
1. Konsumsi karbohidrat kompleks
Karbohidrat kompleks dapat ditemukan dalam buah-buahan, sayuran, dan gandum. Batasi makanan yang mengandung karbohidrat sederhana, seperti roti putih, permen, cake, dan produk minuman manis.
2. Hindari lemak jenuh
Lemak jenuh bisa diperoleh dari daging merah, ayam berlemak, dan produk susu tinggi lemak.
3. Batasi protein
Batasi protein dari produk daging dan ikan. Protein bisa Anda dapatkan dari telur dan produk susu rendah lemak atau bebas lemak, seperti yogurt rendah lemak, susu skim, dan keju.
4. Minum banyak air
Jangan lupa untuk minum yang banyak setelah makan. Minum banyak air dapat mengurangi pembentukan kristal asam urat dalam ginjal. Minum 1500 liter atau sekitar 8 gelas per hari sangat disarankan.
5. Menjaga berat badan
Jika Anda kelebihan berat badan sebaiknya Anda menurunkan berat badan Anda mencapai normal. Kelebihan berat badan merupakan salah satu faktor risiko dari asam urat. Menurunkan berat badan juga dapat membantu mengurangi tekanan pada persendian.
Selain itu jika diperlukan, penderita asam urat juga dapat mengonsumsi vitamin C yang mungkin dapat membantu Anda mengatasi asam urat. Penelitian menunjukkan bahwa individu yang mengonsumsi vitamin C dalam jumlah tinggi dapat mengurangi asam urat.
Vitamin C dapat membantu mengurangi asam urat dalam tubuh melalui ginjal. Mengonsumsi suplemen vitamin C sebanyak 500-1500 mg/hari dapat mengurangi kadar asam urat dalam darah.
Namun sebaiknya Anda konsultasi dengan dokter untuk mengetahui berapa dosis vitamin C yang perlu dikonsumsi, karena setiap individu mungkin berbeda. Perlu Anda ketahui bahwa terlalu tinggi dosis suplemen vitamin C juga tidak baik bagi tubuh.
Berita Terkait
-
Cintai Tubuhmu: Mengapa Kesehatan Mental Jauh Lebih Penting daripada Angka di Timbangan
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Apa Itu Gangguan Tiroid? Bikin Diet Gagal Terus!
-
Apa Itu Gangguan Tiroid? Bikin Diet Gagal Terus!
-
5 Terapi Obesitas yang Mulai Banyak Digunakan, dari Diet hingga Balon Lambung
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!