Suara.com - Kebutaan selama ini dianggap sebagai ketidakmampuan mata dalam melihat, layaknya yang dialami penyandang tuna netra. Namun, menurut dokter spesialis mata dari Komite Mata Nasional, Aldiana Halim, SpM, seseorang bisa dianggap buta jika tak mampu melihat objek dengan jelas atau buram dalam jarak tiga meter.
"Kebutaan dapat didefinisikan sebagai kemampuan terbaik mata dalam melihat benda secara tajam pada jarak tiga meter," kata Aldiana pada peringatan Hari Penglihatan Sedunia belum lama ini.
Dengan pengertian ini, dia mengajak masyarakat untuk mendeteksi dini kebutaan sehingga bisa segera diatasi dengan bantuan alat koreksi mata atau kacamata.
"Coba minta teman untuk berdiri sejauh tiga meter dari diri kita. Lalu minta dia untuk menunjukkan angka dengan jari minimal empat kali. Kalau empat kali tidak bisa menebak dengan benar, maka Anda tergolong kateegori buta," ujarnya.
Jika tergolong buta usai dideteksi dengan metode ini, Anda bisa memeriksakan kondisi mata ke dokter untuk dilakukan penanganan yang sesuai, baik dengan pemberian alat koreksi mata atau tindakan medis tertentu.
"Dengan deteksi dini maka kita bisa mengembalikan kebutaan dengan sangat mudah salah satunya dengan memakai kacamata. Orang yang mengalami kebutaan karena katarak juga bisa diintervensi dengan operasi mata," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia