Suara.com - Tanya:
Selamat sore Dokter,
Saya sering mengalami sesak napas. Waktu periksa EKG ternyata iskemia abnormal. Setelah saya konsumsi obat herbal seperti klorofil dan minyak ikan, sesak napas mereda. Setelah lama sembuh, beberapa waktu lalu terasa lagi. Kata dokter sesaknya, karena asam lambung. Saya harus menjaga pola makan. Kondisi saya hamil 5 bulan anak ke-4. Bagaimana solusinya, Dok mengatasi keluhan ini? Mohon sarannya. Terima kasih.
MM
Jawab:
Selamat sore Ibu MM,
Penyakit asam lambung dapat diperberat oleh peningkatan tekanan dalam perut, salah satunya kehamilan. Seiring membesarnya rahim, lambung bisa tertekan dan apabila klep kerongkongan-lambung kurang berfungsi baik (seperti pada penyakit asam lambung) bisa menyebabkan tercurahnya kembali isi lambung ke mulut.
Umumnya penyakit asam lambung tidak membahayakan janin secara langsung. Namun apabila sampai mengganggu asupan makan dan minum ibu secara signifikan, barulah kondisi ini berpotensi membahayakan janin.
Untuk sementara waktu, Anda sebaiknya:
- Hindari paparan asap rokok
- Tidur dalam posisi kepala lebih tinggi (sekitar 2-3 bantal) mungkin mengurangi nyeri akibat asam lambung berlebih
- Hindari makanan berlemak -- selain memicu nyeri akibat asam lambung, lemak juga memicu nyeri akibat gangguan empedu
Periksakan diri Anda ke dokter lagi bila keluhan belum membaik.
Demikian penjelasan yang dapat disampaikan, semoga membantu. Terima kasih.
Dijawab oleh: dr. Yohana Margarita
Sumber: https://meetdoctor.com/
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh