Suara.com - Operasi lasik kini mulai banyak diminati karena dapat membantu penglihatan mata menjadi kembali normal tanpa perlu alat bantu seperti kaca mata atau lensa kontak. Semakin canggih alat yang digunakan, maka ukuran kelainan mata yang dapat ditangani semakin besar dan biaya yang dikeluarkan pun akan semakin mahal.
Lasik (laser-assisted in situ keratomileusis) adalah prosedur bedah rawat jalan yang bertujuan untuk mengobati rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme. Prosedur lasik menggunakan sebuah laser yang berfungsi membentuk kornea untuk memperbaiki cara mata memfokuskan sinar cahaya ke retina di belakang mata.
Lasik adalah teknik bedah yang paling banyak dilakukan untuk membentuk kornea. Dengan Lasik, dokter spesialis mata dapat menciptakan flap (pembukaan lapisan) tipis di kornea, baik menggunakan pisau atau laser. Kemudian, dokter bedah melipat kembali flap tersebut dan mengangkat sejumlah khusus jaringan kornea yang berada di bawah flap menggunakan laser excimer. Flap tersebut kemudian dikembalikan ke tempat asalnya.
Meski prsedur operasi lasik sudah bisa dilakukan di Indonesia, tetapi banyak pasien memilih melakukan operasi lasik di luar negeri. Lantas, berapa kisaran biaya operasi lasik di negara tujuan wisata medis? Simak ulasannya berikut ini yang dirangkum dari rilis Go.Care.
India
India merupakan salah satu negara di Asia yang populer sebagai tujuan untuk melakukan operasi lasik dengan harga terjangkau. Selain perihal biaya, India memiliki dokter spesialis mata terbaik yang telah berpengalaman. Rumah sakit yang menawarkan operasi lasik di India berada di kota-kota besar, seperti Chennai, Bangalore, Delhi NCR, Mumbai, Pune, Kolkata, dan lainnya.
Biaya operasi lasik di India ditawarkan dengan harga yang bervariasi setiap rumah sakit. Namun, beberapa tes perawatan praoperasi dan pascaoperasi bisa menambah jumlah biaya operasi lasik. Mengutip Frankit, biaya operasi lasik di India rata-rata dibanderol dengan harga USD 300 hingga USD 800 atau setara dengan Rp 4,2 jutaan hingga Rp 11,2 jutaan. Sementara, bila tindakan operasi dilakukan di rumah sakit bertaraf premium yang menawarkan pelayanan dan fasilitas kelas internasional, biaya perawatan operasi lasik bisa menghabiskan USD 1.600 atau senilai Rp 22 jutaan.
Thailand
Dikenal sebagai negara tujuan untuk perawatan medis, Thailand terkenal pula sebagai destinasi negara para pasien untuk melakukan operasi lasik. Sebagian besar pasien yang melakukan perawatan medis rawat jalan umumnya bertolak ke Thailand sekaligus memanfaatkan waktu sambil jalan-jalan. Ini yang menjadi salah satu alasan para pasien melakukan operasi lasik di Negeri Gajah Putih.
Selain itu, biaya operasi lasik yang ditawarkan di sejumlah rumah sakit di Thailand umumnya tergolong terjangkau. Di Thailand sendiri, khususnya di Phuket, biaya operasi lasik mulai dari 50.000 Baht Thailand atau setara dengan Rp 22 jutaan untuk sepasang mata. Bagi Anda yang berniat untuk melakukan operasi lasik, bisa tinggal selama 5-7 hari di luar negeri setelah melakukan operasi untuk proses pemulihan yang optimal.
Malaysia
Selain Thailand, Malaysia juga dikenal sebagai negara tujuan wisata medis para pasien luar negeri, termasuk untuk melakukan operasi lasik. Tidak berbeda jauh dengan negara-negara tujuan prosedur operasi lasik, di Malaysia, prosedur ini dibanderol dengan harga Rp 26 jutaan.
Baca Juga: Jelang Nyepi, Ogoh-ogoh Berbentuk Driver Ojol Hebohkan Warganet
Singapura
Singapura kerap menjadi destinasi negara bagi para pasien tanah air untuk melakukan operasi lasik. Sama seperti di negara-negara lainnya, Singapura juga menawarkan biaya yang berbeda-beda tergantung dari rumah sakit yang dipilih dan teknik operasi lasik yang digunakan. Untuk operasi lasik standar, biaya yang dibanderol berkisar dari USD 3.100 hingga USD 3.600 atau setara dengan Rp 43 jutaan hingga Rp 50 jutaan. Sementara, operasi lasik yang menggunakan teknik Intralase, rata-rata biayanya lebih besar 30 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus