Suara.com - KPPPA Kembangkan Rute Aman Pulang-Pergi Sekolah bagi Anak
Perjalanan pulang-pergi sekolah kerap kali mengancam keamanan dan keselamatan anak. Anak bisa terancam bahaya, mulai dari kecelakaan, bullying, dan kekerasan.
Untuk itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melakukan Penandatangan Kesepakatan Bersama (MoU) terkait Pengembangan Rute Aman dan Selamat ke/dari Sekolah (RASS). Kesepakatan ini dibuat dalam rangka percepatan kabupaten/kota layak anak dengan indikator infrastruktur layak anak untuk mewujudkan Indonesia Layak Anak pada 2030.
“Kami akan melakukan monitoring dan evaluasi atas komitmen bersama para pihak ini dengan memberikan target satu pemerintah daerah minimal memiliki satu percontohan Pengembangan RASS dan melakukan pertemuan minimal satu kali setahun dengan OPD terkait komitmen RASS melalui Gugus Tugas KLA,” ungkap Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak, Lenny N Rosalin pada Pertemuan di provinsi Jawa Tengah lewat keterangan pers yang diterima Suara.com.
RASS merupakan penciptaan jalur perjalanan ke/dari sekolah bagi anak-anak secara aman dan selamat yang bertujuan diantaranya adalah untuk mengurangi resiko kecelakaan lalu lintas bagi pelajar, memberikan akses yang berkeselamatan kepada pelajar untuk berangkat dan pulang sekolah, menjaga Keberlangsungan Angkutan Umum, dan mengurangi resiko tindak kejahatan dan kekerasan terhadap pelajar.
“Data Korlantas sepanjang tahun 2015-2018 menunjukkan bahwa korban kecelakaan tertinggi terjadi pada anak usia 15-18 Tahun Dan Jawa Tengah menduduki peringkat kedua Tertinggi setelah Provinsi Jawa Timur”, ujar Direktorat Sarana Transportasi Jalan, Kementerian Perhubungan, Gunawan
Ia mengungkapkan fakta dunia tentang keselamatan anak, bahwa setiap 1 jam 2 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas (data Korlantas Polri tahun 2018).
“Jumlah anak laki – laki yang meninggal akibat kecelakaan di jalan dua kali lipat dibanding anak perempuan dan angka kematian anak – anak akibat kecelakaan di jalan raya tiga kali lebih tinggi di negara – negara berkembang. Korban kecelakaan lalu lintas bukan angka statistik semata, keselamatan jalan adalah tanggung jawab kita bersama”, tegas Gunawan.
Sementara itu, pakar Transportasi Nasional , Djoko Setijowarno menyampaikan RASS merupakan bagian dari upaya menata transportasi untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi orang tua. Angka kecelakaan usia produktif khususnya pelajar masih cukup tinggi, sementara pilihan sarana transportasi umum makin berkurang dan pilihan sepeda motor memberikan kontribusi kecelakaan sangat besar, saatnya program RASS menjadi Program Nasional.
Baca Juga: Jelang Pemilu, KPPPA Amankan Anak-Anak dari Keterlibatan Kampanye Politik
“RASS harus diprioritaskan pada daerah/kawasan sekolah mulai dari tingkat SD, SMP, sampai SMA/sederajat yang rawan kecelakaan," sambungnya.
Lenny juga menyampaikan bahwa upaya sekecil apapun yang dilakukan akan bermanfaat bagi anak-anak, jangan hapus masa depan mereka hanya karena mengalami kecelakaan.
“Ayo mulai dari sekarang, kita wujudkan pemenuhan hak anak aman dan selamat demi kepentingan terbaik bagi anak melalui penciptaan Rute Aman dan Selamat ke/dari Sekolah (RASS),” pungkas Lenny.
Adapun penerapan pengembangan RASS di kawasan sekolah harus memperhatikan indikator: (1) infrastruktur, yaitu: adanya Zona aman selamat (ZOSS), Trotoar ramah anak, Jembatan Penyeberangan Orang, Pita Kejut, Rambu Perlambat Kecepatan, Rekayasa Lalu Lintas. (2) SDM, yaitu Petugas rekayasa lalu lintas saat ke/dari Sekolah, pemetaan RASS oleh murid sekolah, dan membentuk Keluarga 2P (Pelopor dan Pelapor) di setiap sekolah serta Forum Anak Daerah sebagai 2P Aman dan Selamat di Jalan .
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan