Suara.com - Sudah lebih dari 30 tahun para peneliti telah menunjukkan rasa humor dalam hubungan itu sangat penting dan saling membuat satu sama lain tertawa adalah kunci dari hubungan yang bahagia.
Profesor Jeffrey Hall, seorang peneliti studi komunikasi di University of Kansas, menyurvei temuan dari 39 studi lebih dari 15.000 peserta untuk menganalisis pentingnya humor dalam hubungan.
Menurut Hall, yang dilansir Insider, kepuasan seseorang dalam hubungan bukan berdasarkan seberapa lucu pasangan atau bagaimana pasangan dapat membuat lelucon dari hal apa saja.
Namun kepuasan dalam hubungan ini justru berkaitan erat dengan rasa humor yang hanya dirasakan oleh antar pasangan saja.
"Katakanlah Anda dan pasangan sama-sama punya selera humor yang aneh, (yang bahkan) tayangan komedi romantis atau sinetron lucu tidak dapat membuat kalian tertawa. Ini bukan tentang gaya atau rasa humor yang lebih baik atau lebih buruk," ujar Hall.
"Yang penting adalah kalian berdua merasakan humor aneh kalian (dapat membuat) histeris. Jika Anda berbagi rasa tentang apa yang lucu, itu menguatkan Anda dan hubungan Anda melalui tawa," sambungnya.
Bermain-main antara pasangan sangat penting untuk membangun hubungan yang langgeng, kata Hall, karena hal itu menciptakan ikatan dan membangun keamanan.
Jadi, jika Anda ingin menebak pasangan mana yang akan bertahan paling lama, perhatikan mereka yang tertawa bersama.
Sebuah penelitian 2015 yang diterbitkan di laman Sage Journal menyatakan, pasangan yang tertawa bersama cenderung memiliki perasaan saling mencintai satu sama lain.
Baca Juga: Wanita Humoris Lebih Bisa Bikin Pria Jatuh Cinta, Ini Alasannya
Ketika pasangan tertawa, ini berkontribusi pada koneksi yang lebih kuat. Seseorang dengan selera humor yang baik bisa sangat menarik.
Penelitian ini juga menemukan semakin banyak wanita tertawa ketika berbicara dengan pria, semakin besar kemungkinan dia tertarik secara romantis.
Berita Terkait
-
Komunikasi Jadi Kunci Hubungan Berkualitas, Tapi Banyak Pasangan Masih Canggung Bahas Keintiman
-
Momen Prabowo Terima Kunjungan Presiden Jerman di Istana Merdeka
-
Megawati: Saya Bukan Musuh Prabowo!
-
Komedi Adalah Kunci: Ketika Humor Menjadi Cara Bertahan di Tengah Tekanan
-
Resmi Putus, Ini Perjalanan Cinta Sooyoung SNSD dan Jung Kyung-ho
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?