5. Peduli dan dengarkan saat ia melampiaskan perasaannya
Doronglah orang yang depresi untuk membicarakan bagaimana perasaannya, pemikirannya atau tingkah lakunya, dan dengarkan tanpa menghakimi.
6. Dukung mereka bahkan di momen terburuk mereka
Gejala depresi itu sangat buruk. Inilah sebabnya mengapa mereka membutuhkan dukungan Anda, terutama saat mereka terpuruk. Dan meski kondisinya terus memburuk, jangan padamkan dukungan Anda. Bahkan jika mereka mencoba sekeras mungkin untuk menyingkirkan Anda (ini umum bagi pasien depresi untuk melakukannya), Anda harus terus mendukungnya. Sangat mudah bagi penderita depresi untuk melupakan bahwa mereka memiliki dukungan di sekitar mereka, terutama saat mereka berada dalam keadaan depresi. Selama masa ini, Anda harus mengingatkan mereka akan dukungan Anda.
7. Tahu kapan harus membiarkan mereka menyendiri
Terkadang orang yang depresi akan mengatakan bahwa mereka hanya ingin menyendiri, tapi yang mereka maksud adalah, “Saya membutuhkan Anda.” Di lain waktu, mereka akan memberi tahu Anda bahwa mereka memerlukan jarak dan itulah yang benar-benar mereka membutuhkan. Tugas Anda untuk menafsirkan apa yang sebenarnya mereka butuhkan, dan Anda dapat melakukannya dengan mengajukan pertanyaan dan menghubungkannya secara emosional.
Jadi ketahui cara membantu orang sekitar Anda yang depresi agar ia mendapat dukungan dan dapat sembuh dari masalahnya, seperti perempuan bawa anjing ke masjid yang diduga depresi tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI