Suara.com - Area organ intim adalah tempat yang sempurna untuk aroma tidak sedap, terutama disebabkan oleh panas, lembap serta terselip di bawah lapisan pakaian yang bau.
"Keringat dan kelembapan bercampur dengan bakteri alami pada kulit Anda untuk menyebabkan bau badan," jelas Kelley Pagliai Redbord, MD, seorang dokter kulit di George Washington University.
Menurutnya, pangkal paha mengandung sejumlah kelenjar aprokin yang mengeluarkan sekresi. Ketika bercampur dengan keringat, pangkal paha akan menimbulkan aroma yang kurang sedap.
Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, ada baiknya melakukan perawatan pada Mr P, seperti yang dilansir dari Mens Health.
1. Potongan rambut organ intim
Rambut organ intim dapat menyebabkan kelembapan dan bau, serta membuat kulit di bawahnya tetap dingin dan kering.
Menurut dr. Redbord, Anda tidak harus mencukur habis. Tetapi memangkasnya menjadi lebih pendek dapat menghindarkan dari aroma tidak sedap.
2. Membersihkan organ intim
"Kau sudah kalah 'perang' jika tidak berhasil menghilangkan bau tidak sedap yang menumpuk pada lipatan dan celah yang terbentuk pada area pangkal paha," tutur Tobias Köhler, M.D, ahli urologi di Southern Illinois University.
Baca Juga: Khusus Pria, Yuk Ketahui Perubahan Mr P Seiring Bertambahnya Usia!
Bagian lipatan dan memperhatikan detail adalah hal penting dari membersihkan area organ intim, katanya.
"Jangan hanya menyeka area (organ intim) dengan sabun saja. Tetapi beri penekanan dan masuk ke semua celah," sarannya.
Sabun yang mengandung antibakteri juga dapat membantu jika sabun biasa tidak mampu membersihkan area organ intim.
3. Mengeringkan
"Mengurangi kelembapan, maka bau juga akan berkurang," tekan dr Redborn.
Agar kondisi ini terjaga, selalu keringkan area organ intim sebelum menggunakan pakaian. Terutama selama musim panas ketika 'bagian bawah' lebih berkeringat setiap saat.
Dr. Redborn juga menyarankan untuk menggunakan pakaian dalam yang berbahan katun yang dapat menyerap keringat atau bahan lain yang dapat membuat kulit 'bagian bawah' bernapas.
Berita Terkait
-
Biar Gak Insecure, Ini 5 Cara Mudah Cegah Bau Ketiak Sejak Dini
-
Daging Kurban Perlu Dicuci Dulu Nggak Sih Sebelum Dimasak? Begini Saran Chef
-
Bye Apek! 5 Tips Menghilangkan Bau Tak Sedap pada Sepatu
-
Polemik RDF Rorotan: Benarkah Paparan Bau Sampah Bisa Ganggu Kesehatan Anak?
-
Beda Deodoran dan Antiperspirant, Mana yang Ampuh Mengatasi Bau Badan?
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI