Suara.com - Saat bangun tidur banyak orang merasak mulas di perutnya. Kondisi itu membuat mereka memutuskan untuk segera pergi ke kamar mandi.
Banyak orang kemudian bertanya-tanya, mengapa sebenarnya orang sering mulas saat pagi?
Kondisi itu bisa diduga karena asam lambung. Dilansir dari Healthline, terjadi ketika asam lambung mengalir kembali (atau refluks) ke kerongkongan Anda, saluran yang menghubungkan tenggorokan ke perut Anda.
GERD (penyakit gastroesophageal reflux) adalah kondisi umum di mana Anda sering mengalami asam lambung
Sekitar 20 persen orang Amerika terkena GERD, menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Untuk sebagian besar, GERD memburuk di malam hari, dikenal sebagai mulas (sensasi terbakar di dada Anda), seringkali setelah makan.
Banyak orang juga merasakan ketidaknyamanan akibat asam lambung di pagi hari.
Sebuah studi tahun 2009 menemukan bahwa banyak orang mengalami asam lambung dalam 20 menit pertama setelah bangun di pagi hari.
Gejala asam lambung yang paling umum adalah mulas. Gejala lainnya termasuk:
- regurgitasi asam rasa asam yang naik ke mulut atau tenggorokan Anda
- Disfagia ketika makanan membutuhkan waktu lebih lama untuk ditelan, disertai dengan perasaan bahwa makanan menempel di kerongkongan Anda
- mual
- nyeri dada
- suara serak atau sakit tenggorokan kronis
- batuk kering
Pertimbangkan untuk membuat janji dengan dokter atau ahli gastroenterologi jika, Anda mengonsumsi obat mulas over-the-counter (OTC) lebih dari dua kali seminggu, atau gejala GERD Anda sering atau parah
Baca Juga: Sering Minum Kopi Bisa Tingkatkan Asam Lambung, Mitos atau Fakta?
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh