Suara.com - Pada dasarnya, tidak ada jenis vaksin yang 100 persen tanpa efek samping termasuk untuk virus corona Covid-19. Beberapa vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan dan disebut efektif pun nyatanya juga memberikan efek samping ringan.
Namun tak perlu khawatir, sebab vaksin Covid-19 tidak akan disetujui untuk digunakan jika membawa komplikasi yang berpotensi mengancam jiwa. Efek samping sendiri adalah contoh tubuh bekerja terlalu keras untuk menghasilkan respon imun yang kuat.
Melansir dari Times of India, berikut beberapa efek samping ringan yang disebabkan vaksin Covid-19, antara lain:
1. Demam dan Menggigil
Salah satu peserta yang merupakan bagian dari uji coba Moderna mengalami efek samping kedinginan dan demam yang mencapai 38,8 derajat Celcius beberapa jam setelah dia diinokulasi dengan suntikan. Namun, ia memastikan bahwa gejala tersebut mereda beberapa jam setelahnya dengan sendirinya dan tidak memerlukan bantuan medis tambahan.
Perlu dicatat bahwa demam dan menggigil adalah dua efek samping yang paling sering dilaporkan oleh vaksin Moderna. Meskipun hilang dengan sendirinya, intensitas nyeri dapat berbeda dari orang ke orang.
Peningkatan penanda inflamasi, saat tubuh mulai memproduksi antibodi juga dapat menyebabkan demam ringan atau tinggi, disertai kemerahan dan pembengkakan.
2. Sakit Kepala
Gejala lain yang mungkin perlu diwaspadai adalah peradangan tubuh, sakit kepala, dan nyeri ringan. Statistik juga menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen orang yang mendapatkan vaksinasi untuk melawan infeksi apapun akan mengalami sakit kepala berdenyut ringan dan sedang.
Baca Juga: Makin Beragamnya Kandidat Vaksin Covid-19, Manakah yang Efektif?
3. Mual dan Muntah
Suntikan vaksin juga dapat menyebabkan efek pada sistem gastrointestinal atau saluran pencernaan. Menurut seorang sukarelawan yang terpilih untuk menerima dosis tertinggi sebagai bagian dari uji coba Moderna pada bulan Mei menyatakan bahwa ia mengalami mual muntah selama berjam-jam setelah mendapat suntikan.
4. Nyeri
Mengalami pegal dan nyeri otot di sekitar kulit tempat suntikan vaksin adalah efek umum. Kemerahan dan ruam juga bisa menjadi respons kekebalan yang dihasilkan tubuh. Ketiga kandidat vaksin potensial seperti Pfizer, Moderna serta Oxford-Astrazeneca telah mencatat nyeri otot dan nyeri tubuh sebagai efek samping reaktif dari vaksin mereka.
5. Migrain
Sakit kepala satu sisi atau migrain mungkin merupakan gejala paling jarang. Salah satu relawan vaksin Pfizer melaporkan merasakan nyeri migrain setelah vaksinasi. Dia menyarankan orang-orang bersiap untuk mengambil cuti sehari atau istirahat sebentar setelah mendapatkan suntikan vaksin.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?