Suara.com - Vaksin Covid-19 buatan Sinovac, China, mulai didistribusikan ke 34 provinsi hari ini. Juru bicara vaksin Covid-19 Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan, vaksin akan disimpan di puskesmas dan kantor kesehatan pelabuhan.
"Mulai hari ini vaksin akan mulai kita distribusikan ke 34 provinsi. Tentu ini sudah kita siapkan juga bahwa fasilitas yankes kita juga didukung lebih dari 10 ribu puskesmas, ada kantor kesehatan pelabuhan 40 sekian. Semuanya sudah disiapkan untuk rantai dinginnya untuk menerima vaksin ini," jelas Bambang dalam konferensi pers virtual bersama Kementerian Kesehatan, Minggu (3/12/2020).
Bambang menyampaikan, Indonesia sudah beberapa kali melaksanakan program vaksinasi. Menurutnya, selama ini program vaksinasi berjalan dengan baik, karenanya ia yakin hal yang sama juga bisa terjadi pada vaksinasi Covid-19.
"Distribusinya melibatkan seluruh pihak, tak hanya Bio Farma sebagai distributor, tapi melalui provinsi, kabupaten/kota, dan puskesmas. Sehingga nanti perjalanan dari Bio Farma ke puskesmas ini berjalan baik. Semua rantai dingin dijaga pada suhu 2 sampai 8 derajat Insyaallah semua kita sudah siap," tuturnya.
Ia mengatakan bahwa menjaga rantai dingin itu penting agar kualitas vaksin juga tetap terjaga.
"Sehingga vaksin nanti yang akan digunakan masyarakat benar-benar terjamin mutu dan kualitasnya, dan dapat dijaga rantai dinginnya, pendistribusiannya sampai dengan puskesmas atau nanti bila perlu di posyandu," katanya.
Hingga saat ini, Bio Farma telah menerima 3 juta dosis vaksin Covid-19 Sinovac. Bambang mengatakan, telah dilakukan serangkaian pengujian mutu baik yang dilakukan baik oleh Bio Farma maupun juga Badan Pengawas Obat dan Makanan atau Badan POM.
"Vaksin hanya akan digunakan untuk program vaksinasi setelah ada persetujuan penggunaan darurat yang dikeluarkan oleh Badan POM, dan bukan sebagai vaksin untuk uji klinis," ucapnya.
Baca Juga: Inggris Tidak Sarankan Mencampur Jenis Vaksin Covid-19, Kenapa?
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius