Hidung tersumbat, kesulitan bernapas, dada sesak, nyeri bisa menjadi tanda komplikasi pernapasan umum yang dapat diderita anak-anak setelah pertempuran COVID-19 yang sulit.
Keluhan sakit jantung juga bisa umum terjadi pada anak-anak penderita COVID.
Beberapa laporan juga menunjukkan bahwa anak-anak mungkin juga memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita penyakit kronis setelah COVID, dibandingkan mereka yang tidak menderita COVID.
Kelelahan, nyeri kronis, dan mialgia (nyeri otot), yang kemungkinan besar disebabkan oleh peradangan dan serangan pada serat otot, sama seringnya terjadi pada anak-anak, seperti pada orang dewasa.
Mialgia dan kelelahan kronis dianggap yang paling berat, dan gejala paling melemahkan yang harus dihadapi pasien COVID dan dapat menghilangkan tingkat energi.
Sebanyak 15 persen anak-anak sesuai penelitian mengeluhkan rasa sakit dan kelelahan, berminggu-minggu setelah dites negatif untuk virus. Sedikit kurang dari 8 persenjuga melaporkan nyeri sendi sebagai gejala.
Kabut otak, kebingungan, dan gejala yang dapat memengaruhi fungsi kognitif, juga dapat menguras tenaga anak dan menurunkan kualitas hidup.
Menurut temuan berbasis penelitian, sekitar 10 persen anak-anak dilaporkan menderita masalah memori, lebih sering merasa lelah, dan kesulitan berkonsentrasi.
Gejala kognitif dan neurologis, yang dapat diakibatkan oleh viral load yang memengaruhi saraf vital bisa menjadi yang paling sulit untuk ditangani, dan dalam jangka panjang, juga dapat memengaruhi kualitas hidup.
Baca Juga: Rute Perjalanan dan Biaya Lengkap Dari Jakarta ke Baduy
Studi lain yang dilakukan di Inggris yang melacak pasien COVID pediatrik juga telah menetapkan hubungan yang mengejutkan, risiko masalah kesehatan yang melumpuhkan seperti kelumpuhan, kejang, juga sakit kepala akut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem