Suara.com - Seorang di Afrika menjual minyak yang diklaim bisa mengatasi efek samping vaksinasi virus corona. Minyak itu dijual secara online seharga hampir 120 poundsterling atau setara Rp 2,3 juta.
Kini, penjual minyak itu telah dikecam oleh banyak ahli karena dinilai dapat menyesatkan publik. Mereka menyerukan agar platform belanja online yang meloloskan produk tersebut lebih berhati-hati.
Dikutip dari MailOnline, ada salah satu pengguna platform Fiverr asal Kenya, Korelvabbah, yang menjual minyak serupa dengan harga 114,83 poundsterling atau Rp 1,6 juta. Ia mengklaim resepnya, telah tercantum dalam kemasan dan bisa menjadi obat gosok ketika 'keadaan darurat'.
Korelvabbah, yang juga menawarkan jasa konseling spiritual dan penyembuhan itu bahkan menyarankan pembeli untuk memberikan perawatan miyak pada anak-anak dan orang tua.
Fiverr telah mendapat untung dari setiap penjualan minyak tersebut. Meski tidak jelas berapa banyak yang telah terjual.
Para ahli kemudian mengkritik obat tersebut dan mengatakan bahwa itu jelas penipuan yang bisa jadi juga berbahaya. Klaim dari penjual dianggap tidak jelas bagaimana cara kerjanya. Juga para ahli mempertanyakan tujuan membalikkan efek dari vaksin yang telah jelas menyelamatkan jiwa.
Vaksin yang saat ini digunakan di Inggris - dibuat oleh Pfizer dan AstraZeneca - diklaim terbukti aman.
Berbagai uji coba dan data dunia nyata telah menunjukkan bahwa suntikan vaksin mengurangi risiko menjadi sakit parah atau meninggal karena Covid-19.
Dr Simon Clarke, profesor mikrobiologi seluler di University of Reading, mengatakan Fiverr harus lebih berhati-hati dalam membuat daftar penjualan di situsnya.
Baca Juga: Ingin Rambut Sehat, Coba Rutin Pakai Minyak Nimba Dengan 3 Cara Ini
"Ini pada dasarnya adalah minyak ular. Penjual tidak menjelaskan tentang obat itu atau apa fungsinya," kata Simon
Ia menekankan bahwa jika merasa tidak enak badan setelah vaksinasi yang masih dalam gejala normal, tidak ada salep yang akan mengurangi gejala tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026