Suara.com - Sayuran mengandung berbagai vitamin, mineral, dan serat makanan yang menyehatkan. Serat makanan dari sayuran dapat membantu menurunkan kadar kolesterol darah dan meningkatkan asam folat dalam darah.
Mengonsumsi sayur sesuai takaran kebutuhan per harinya bisa membantu menjaga kesehatan dan mencegah berbagai penyakit, seperti kanker, diabetes hingga jantung.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan setiap orang mengonsumsi 400 gram sayuran dan buah per hari. Takaran tersebut terbagi atas 250 gram sayur dan 150 gram buah. 250 gram asupan sayur per hari setara dengan mengonsumsi dua porsi atau 2 gelas sayur yang dimasak dan ditiriskan.
Dirangkum dari Boldsky, berikut tanda-tanda yang menunjukkan Anda kurang makan sayur.
1. Sering Lelah
Jika Anda merasa lelah sepanjang waktu, itu bisa jadi itu adalah kekurangan folat atau asam folat. Kekurangan folat menyebabkan kelelahan dan anemia. Ini juga berperan dalam sintesis dan perbaikan DNA.
Folat atau asam folat adalah vitamin B9 yang dapat ditemukan dalam sayuran berdaun hijau tua seperti kacang merah, asparagus, lentil, bayam, dan lainnya.
2. Berat Badan Cepat Bertambah
Sayuran dikemas dengan serat makanan yang membuat Anda merasa kenyang sehingga tidak merasa lapar di kemudian hari. Mengonsumsi sayuran rendah kalori akan mengurangi rasa lapar sekaligus memberi Anda nutrisi penting. Ini akan membantu untuk tidak menambah kalori sekaligus menjaga kesehatan Anda.
Baca Juga: 4 Sayuran Hidroponik yang Bisa Anda Tanam di Rumah
3. Mudah Memar
Mengonsumsi vitamin C dalam jumlah yang lebih sedikit dapat menyebabkan mudah memar, gusi berdarah, kelemahan, kelelahan, ruam dan menurunkan kecepatan penyembuhan luka. Makan makanan kaya vitamin C seperti paprika merah, cabai merah, kangkung, sayuran berdaun hijau tua, brokoli, kubis Brussel, dan tomat.
4. Rawan Kram Otot
Sayuran mengandung potasium yang membantu mencegah kram otot, terutama saat Anda berolahraga. Kalium merupakan mineral esensial yang dapat membantu mencegah kram otot dan kembung.
Kalium juga dapat mencegah tekanan darah tinggi, gangguan jantung dan ginjal, kecemasan dan stres. Ini juga membantu meningkatkan kekuatan otot dan metabolisme.
5. Sering Mengalami Masalah Pencernaan
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif