Suara.com - Penelitian New Edith Cowan University (ECU) telah menemukan bahwa dengan makan hanya satu cangkir sayuran kaya nitrat setiap hari orang dapat secara signifikan mengurangi risiko penyakit jantung. Sayuran dengan nitrat tinggi adalah sayuran berdaun hijau.
Melansir dari Healthshots, para peneliti memeriksa data dari lebih dari 50.000 orang yang tinggal di Denmark. Mereka menemukan bahwa orang yang mengonsumsi sayuran paling kaya nitrat memiliki tekanan darah sistolik sekitar 2,5 mmHg lebih rendah dan risiko penyakit jantung antara 12 hingga 26 persen lebih rendah.
“Hasil kami menunjukkan bahwa hanya dengan makan satu cangkir sayuran mentah (atau setengah cangkir masak) sayuran kaya nitrat setiap hari, orang mungkin dapat secara signifikan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular,” kata Peneliti utama Dr Catherine Bondonno dari ECU's Institute for Nutrition Research mengatakan mengidentifikasi diet untuk mencegah penyakit jantung adalah prioritas.
“Penurunan risiko terbesar adalah untuk penyakit arteri perifer (26 persen), sejenis penyakit jantung yang ditandai dengan penyempitan pembuluh darah di kaki, namun kami juga menemukan bahwa orang memiliki risiko lebih rendah terkena serangan jantung, stroke, dan gagal," imbuhnya.
Studi tersebut menemukan bahwa jumlah optimal sayuran kaya nitrat adalah satu cangkir sehari dan makan lebih dari itu tampaknya tidak memberikan manfaat tambahan apa pun.
“Orang tidak perlu mengonsumsi suplemen untuk meningkatkan kadar nitrat mereka karena penelitian menunjukkan bahwa satu cangkir sayuran berdaun hijau setiap hari sudah cukup untuk meraup manfaat bagi penyakit jantung,” kata Dr Bondonno.
"Kami tidak melihat manfaat lebih lanjut pada orang yang makan sayuran kaya nitrat dengan tingkat yang lebih tinggi," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
Terkini
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin