Suara.com - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau agar pelaksanaan imunisasi rutin di wilayah Jawa-Bali yang menerapkan PPKM Darurat ditunda selama tiga minggu. Rekomendasi tersebut tentunya untuk mematuhi aturan PPKM tersebut yang bertujuan untuk menghindari penularan Covid-19.
Meski sebenarnya pelayanan kesehatan anak termasuk dalam cakupan sektor kritikal yang diizinkan tetap berlangsung asalkan dengan protokol kesehatan.
Namun IDAI tetap merekomendasikan agar imunisasi rutin ditunda selama masa PPKM Darurat dengan mempertimbangkan laju penambahan kasus Covid-19 di Indonesia, peningkatan jumlah kasus pada anak, kesehatan dan keselamatan tenaga kesehatan, juga tujuan untuk memutus rantai penularan virus corona.
"Maka diperlukan perhatian dan partisipasi seluruh masyarakat agar pelayanan kesehatan anak dapat tetap berlangsung secara optimal," demikian keterangan resmi IDAI dikutip dari situs resminya, Rabu (7/7/2021).
Keterangan yang ditandatangani langsung oleh Ketua IDAI Dr. Aman B. Pulungan, Sp.A(K), itu menyampaikan empat poin terkait rekomendasi imunisasi rutin juga pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 12-17 tahun. Berikut pernyataan IDAI:
- Imunisasi rutin di daerah PPKM Darurat sebaiknya ditunda selama 3 minggu, dimulai sejak tanggal 3 Juli 2021. Imunisasi pada bayi baru lahir yaitu Hepatitis B dan polio dosis pertama tetap diberikan.
- Selama pelayanan imunisasi di daerah PPKM Darurat ditunda, sebaiknya orangtua memeriksa kelengkapan status imunisasi anak di Buku KIA (buku kesehatan ibu dan anak) dan mencatat imunisasi yang tidak dapat diberikan selama masa PPKM Darurat. Kemudian segera dilengkapi setelah kondisi memungkinkan.
- Pelayanan vaksinasi Covid-19 untuk usia 12-17 tahun harus tetap berlangsung sesuai aturan.
- Pelaksanaan pelayanan imunisasi di daerah yang tidak termasuk PPKM Darurat sebaiknya tetap berlangsung dengan protokol kesehatan ketat.
Diakhir pernyataannya, IDAI menganjurkan agar anak tidak keluar rumah kecuali untuk kepentingan mendesak seperti masalah kesehatan serius.
"Selama masa PPKM Darurat maupun setelahnya, patuhi protokol kesehatan dengan ketat. Semoga kita semua selamat melewati pandemi ini," kata IDAI.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?