Suara.com - Nyeri payudara bisa sangat mengganggu dan para perempuan yang merasakannya mungkin berpikiran apakah rasa sakit itu merupakan tanda kanker payudara.
Dokter menyebut nyeri payudara sebagai 'mastalgia', dan sangat penting untuk melacak penyebabnya.
Namun perlu dipahami bahwa nyeri di salah satu atau kedua payudara tidak selalu menjadi tanda kanker payudara.
Kondisi ini dapat terjadi karena banyak alasan berbeda. Menurut WebMD, berikut penyebab umum nyeri payudara:
1. Nyeri payudara siklik
Nyeri payudara Anda kemungkinan bersifat siklus, yang artinya terkait dengan siklus bulanan Anda. Inilah tandanya:
- Nyeri terasa sakit dan berat
- Payudara tampak membengkak
- Kedua payudara terpengaruh, terutama pada daerah atas dan luar. Terkadang rasa sakit dapat menyebar ke ketiak
- Anda berada di masa subur (sekitar hari ke-20 atau 30-an), atau Anda mendekati menopause
Untuk mengurangi rasa sakit nyeri payudara ini, dokter kemungkinan menyarankan Anda untuk mengonsumsi kontrasepsi oral.
Bisa juga menyarankan untuk mengurangi kafein, atau mencoba pereda nyeri yang dijual bebas, seperti ibuprofen.
2. Tingkat hormon
Baca Juga: Sering Tak Disadari, Ini Gejala Kanker Payudara Pada Laki-laki
Sebagian besar nyeri payudara tampaknya berhubungan dengan kadar hormon estrogen dan progestero, dan ini biasanya terjadi pada beberapa waktu berikut:
- Masa pubertas
- Saat mengalami sindrom pramenstruasi (PMS)
- Kehamilan , biasanya pada trimester pertama
- Menyusui, terkadang saluran susu yang tersumbat dapat terinfeksi, kondisi yang menyakitkan yang disebut mastitis
Apabila mengalami rasa sakit di puting, kemungkinan Anda akan datang bulan. Rasa sakit ini, bersama dengan nyeri payudara lainnya, akan mereda begitu mengalami menstruasi.
3. Ketidakseimbangan asam lemak
Asam ini ditemukan dalam minyak nabati dan hewani. Jika ada ketidakseimbangan dalam sel Anda, payudara bisa lebih sensitif terhadap hormon.
Untuk mengurangi gejala, cobalah untuk mengurangi lemak dalam pola makan Anda. Dokter kemungkinan akan merekomendasikan pola makan tinggi karbohidrat kompleks.
4. Perubahan payudara fibrocystic
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia