Suara.com - Tekanan darah tinggi, juga dikenal sebagai hipertensi, seringkali tidak menimbulkan gejala. Apabila tidak diatasi, kondisinya dapat menyebabkan ancaman kesehatan serius seperti penyakit jantung, serangan jantung, serta stroke.
Sayangnya, tidak ada obat untuk tekanan darah tinggi. Tetapi perubahan gaya hidup yang sehat, Anda dapat mengelola tekanan darah dan mengurangi risiko komplikasi kesehatan.
Berdasarkan Insider, penyebab umum hipertensi termasuk kurang olahraga tertatur, pola makan tinggi natrium, kelebihan berat badan, dan merokok.
Selain itu, berikut beberapa cara menurunkan tekanan darah tinggi secara alami:
1. Pertahankan berat badan yang sehat
Sehatnya berat badan ditentukan oleh Indeks Massa Tubuh (IMT). Kehilangan berat badan dapat berdampak besar dalam menurunkan tekanan darah.
Menurunkan 4,5 kilogram dapat menurunkan tekanan darah sistolik (angka atas) sebanyak 10 hingga 12 mm Hg.
2. Perbanyak olahraga
Olahraga teratur melatih jantung untuk mengembang dan berkontraksi, yang dalam jangka panjang membantu jantung untuk memompa secara lebih efisien. Pada akhirnya tekanan darah akan turun.
Baca Juga: Hipertensi? Ini 8 Rempah Bantu Turunkan Darah Tinggi
Bagi orang yang mengidap hipertensi, penelitian menunjukkan bahwa melakukan aktivitas fisik secara teratur dapat menurunkan tekanan darah sistolik rerata 7 mm Hg dan tekanan darah diastolik (angka bawah) rerata 5 mm Hg.
3. Perhatikan asupan natrium
Perlu diingat bahwa garam dan natrium tidak sama dan mengacu pada dua hal yang berbeda.
Natrium merupakan mineral alami dalam makanan, tetapi juga digunakan sebagai bahan aditif pada makanan olahan untuk meningkatkan rasa, mempertahankan kesegaran makanan, atau memperbaiki tekstur.
Sementara garam merupakan kombinasi dari natrium dan klorida.
Ada banyak penelitian yang menghubungkan terlalu banyak asupan natrium dengan tekanan darah tinggi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia