Suara.com - Selama musim flu, banyak orang sering mencari makanan khusus atau suplemen vitamin yang dipercaya dapat meningkatkan kekebalan.
Ahli gizi, Nicci Clark pun memberi tahu cara terbaik untuk membantu meningkatkan kekebalan Anda selama musim dingin ini.
Nicci mengatakan diet yang sehat dan seimbang sangat penting untuk mendukung sistem kekebalan atau pertahanan alami tubuh Anda.
“Anda membutuhkan energi dan nutrisi yang cukup agar sistem kekebalan berfungsi dan pola makan yang buruk dapat membahayakan kemampuan tubuh Anda untuk menangkal infeksi," kata Nicci dikutip dari Express.
Demi kekebalan tubuh yang kuat, Anda perlu mengonsumsi makanan padat vitamin dalam menu sehari-hari agar tubuh bisa mencegah infeksi penyakit.
Adapun, 3 makanan yang bisa meningkatkan sistem kekebalan seseorang, meliputi:
1. Kubis
Kubis merupakan makanan super yang sarat dengan vitamin A, C dan K. Sayuran ini juga salah satu makanan padat nutrisi terbaik.
2. Bayam
Baca Juga: Beda dengan Varian Pendahulu, Jangan Abaikan 5 Gejala Varian Omicron Ini!
Bayam tidak hanya kaya vitamin C tetapi juga antioksidan yang meningkatkan kemampuan melawan infeksi dari sistem kekebalan tubuh kita.
"Sayuran hijau seperti kangkung dan bayam kaya akan vitamin C yang mengandung antioksidan kuat dan membantu melawan infeksi, seperti pilek," kata Nicci.
3. Kunyit
Sistem kekebalan yang lemah bisa membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit dan infeksi. Tapi, senyawa dalam kunyit yang disebut kurkumin memiliki sifat anti-inflamasi dan antoksidan yang bisa membantu meningkatkan kekebalan.
4. Kale
Kale kaya akan antioksidan, seperti vitamin C yang membantu melawan kerusakan oksidatif pada tubuh. Kerusakan oksidatif berperan dalam banyak penyakit.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026