Suara.com - Ahli mengatakan di tahun 2021 banyak orang menggunakan pembersih wajah yang memiliki sifat menghaluskan kulit untuk mengobati jerawat. Namun hal ini justru dapat membuat kulit menjadi semakin iritasi dan meninggalkan bekas luka.
Mitos umum tentang perawatan kulit, yang sering menjadi tren di media sosial pun dapat membahayakan kesehatan wajah.
Karenanya, para ahli meluruskan beberapa hal yang sebaiknya tidak dilakukan demi kesehatan kulit wajah. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya, dilansir Insider.
1. Jangan gunakan sabun batangan untuk mencuci wajah
Ahli menyarankan untuk tidak menggunakan sabun batangan untuk membersihkan wajah karena terlalu abrasif.
"Sabun batangan untuk wajah terlalu kasar, ditambah wewangian di dalamnya bisa mengiritasi," kata dokter kulit yang berbasis di NYC, Julie Russak.
2. Menggunakan banyak produk bukan berarti membuat kulit lebih baik
Kita mungkin tergoda untuk membeli serangkaian produk perawatan kulit untuk mengatasi masalah yang tak kunjung teratasi. Tetapi ahli kulit mengatakan kualitas lebih penting daripada kuantitas.
"Less is more, rutinitas Anda tidak perlu rumit. Percayalah, kulit (dan dompet) Anda akan berterima kasih nanti," kata ahli kecantikan berlisensi Brittaney Trent.
Baca Juga: 4 Manfaat Lidah Buaya untuk Wajah, Diyakini Bisa Mengatasi Iritasi Kulit
3. Beberapa bahan dalam produk perawatan kulit DIY dapat membakar kulit
DIY atau produk yang dibuat sendiri, dan biasanya viral di TikTok, perlu diperiksa bahan-bahan dasarnya.
Dokter kulit Muneeb Shah, yang juga populer di TikTok, mengatakan tren masker mengandung kayu manis dan jahe tidak bermanfaat dan bisa menyebabkan peradangan.
Jika Anda ingin membuat masker sendiri, tanyakan rekomendasi dokter kulit untuk menyesuaikan jenis kulit.
4. Memencet jerawat dapat menyebabkan bekas luka, infeksi, dan lebih banyak timbul jerawat
Memencet jerawat bisa terasa sangat memuaskan, tetapi sebenarnya bisa lebih berbahaya bagi kulit daripada manfaatnya.
"Jika Anda memiliki jerawat, biasanya menempel di dalam folikel rambut atau pori-pori. Jadi seperti terkunci di lokasi itu," ujar Shah.
Karena jerawat 'terkunci' ini, memencetnya bisa membuatnya pecah di bawah kulit dan menyebabkan jaringan parut, infeksi, dan jerawat lainnya lagi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak