Suara.com - Kanker bisa menyebabkan sel-sel di bagian tubuh tertentu tumbuh dan berkembang biak secara tak terkendali. Kemudian, sel-sel ini bisa merusak jaringan sehat dan organ tubuh Anda.
Kanker ini bisa menyerang semua orang, terutama orang yang memiliki riwayat keluarga menderita kanker.
Tapi, ada salah satu cara untuk mencegah kanker, yakni mengonsumsi makanan tertentu. Makanan berupa kubis brussel bisa membantu memperpanjang umur dan mengurangi risiko seseorang terkena kanker.
Karena, kubis brussel memiliki banyak serat dan nutrisi yang bisa berdampak baik pada kesehatan tubuh. Tapi, senyawa fitokimia yang ditemukan dalam kubis brussel bisa membantu mencegah kanker.
Apoteker menjelaskan bahwa fitokimia membantu mendorong antioksidan tubuh dan pertahanan DNA, meningkatkan sinyal sel yang sehat.
Abdeh mengatakan sayuran hijau kecil bisa membantu mencegah berbagai kanker, termasuk paru-paru, perut, prostat, payudara, ginjal dan kanker kandung kemih.
Empat jenis kanker ini, yakni kanker paru-paru, prostat, kandung kemih dan kanker payudara termasuk jenis kanker paling umum.
Selain kubis brussel, sayuran cruciferous juga dapat membantu mengurangi risiko terkena kanker. Bahkan, Anda juga bisa mengonsumsi sayuran silang seperti kangkung, kubis, brokoli, dan kembang kol.
Fitokimia bukan satu-satunya komponen kubis Brussel yang bermanfaat bagi kesehatan kita. Sayuran ini juga dikemas dengan serat, vitamin C, vitamin K, dan kalsium.
Baca Juga: WHO: Dua Obat Antivirus Lebih Efektif Lawan Virus Corona Covid-19
"Kubis brussel mengandung senyawa berbasis belerang yang disebut glikosinolat glukobrassicin. Penelitian ini telah menemukan bahwa senyawa ini bisa berperan dalam mencegah kanker dengan penanggulangan kerusakan DNA, yang dapat meningkatkan risiko kanker," jelas apoteker dikutip dari Express.
Selain itu, penelitian menunjukkan kubis brussel dapat mencegah pembuluh darah baru tumbuh di dalam tumor.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia