Karena kehidupan kantor yang sibuk, banyak orangtua tidak mendapatkan cukup waktu untuk berbicara dengan anak-anaknya. Karena kesenjangan komunikasi yang terlihat, anak-anak menyimpan kekhawatiran mereka untuk diri sendiri, atau mencari teman juga anggota keluarga lainnya.
6. Memberi Hadiah Mahal
Sangat sering terlihat bahwa orang tua mencoba memberi anak-anak mereka barang-barang mahal untuk mengimbangi kesenjangan komunikasi dan interaksi. Mereka berasumsi bahwa beralih ke hadiah mahal akan mempertahankan ikatan orangtua dengan anak.
Padahal tindakan itu membuat anak-anak bergantung pada produk mahal dan dalam jangka panjang bisa berubah menjadi dorongan yang tak tertahankan.
7. Membandingkan
Aturan emas mengasuh anak adalah tidak membandingkan dengan anak orang lain. Kemampuan anak tidak boleh menjadi tolok ukur untuk mengukur efisiensi orangtua. Setiap anak memiliki bakat dan kemampuan berbeda-beda. Orang tua sebaiknya fokus terhadap bakat alami anak-anaknya, daripada memikirkan apa yang dilakukan anak tetangga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak