Suara.com - Anda mungkin sering tidak menyadari diri Anda mengalami stres yang berkepanjangan. Tapi, tubuh Anda tidak bisa menutupinya. Lalu apa tanda tekanan stres berkelanjutan yang dimaksud?
Stres akan membuat tubuh bereaksi berbagai cara, mulai dari kerontokan rambut hingga mulut menjadi kering. Semua itu upaya tubuh memberi tahu diri Anda sedang mengalami stres.
Berikut ini dilansir dari Bright Side, 6 tanda bahwa Anda berada di bawah tekanan stres terus-menerus hingga tak menyadarinya.
1. Sering menggertakkan gigi
Penyebab terbesar menggertakan gigi adalah stres. Anda mungkin pernah tak sengaja menggigit atau mengatupkan gigi.
Salah satu tanda bahwa Anda melakukan kebiasaan ini adalah rahang yang sakit keesokan paginya. Anda mungkin juga memperhatikan bahwa gigi Anda terlihat lebih pendek dari biasanya.
2. Rambut rontok lebih banyak
Rambut rontok yang lebih banyak bisa jadi tanda stres. Gejolak emosi dapat mengganggu fase pertumbuhan siklus rambut. Hal inilah yang membuat rambut Anda rontok berlebihan. Jadi Anda mungkin mengalami kerontokan rambut 6-12 minggu setelah peristiwa yang membuat stres.
3. Bintik atau bercak merah di muka
Baca Juga: Pandemi Virus Corona Sebabkan Insomnia, Ahli Sarankan Lakukan Ini!
Jika Anda tidak menderita alergi tetapi masih berjerawat, Anda mungkin mengalami masalah emosional. Anda mungkin juga akan memiliki bintik-bintik merah di mulut karena stres.
Anda mungkin sangat terpengaruh secara emosional sehingga tubuh Anda melepaskan beberapa bahan kimia yang mengubah respons tubuh Anda terhadap fungsi lainnya.
4. Mata berkedut sepanjang waktu
Stres bisa memberikan sinyal yang tidak biasa ke otak dan otot wajah. Akibatnya, mata Anda berkedut tak terkendali. Dalam beberapa kasus, kedutan berlangsung selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.
5. Selalu berkeringat
Berkeringat terjadi karena berbagai penyebab, yakni olahraga, demam tinggi dan otak yang mendeteksi ancaman. Bila Anda terus-menerus berkeringat, itu mungkin pertanda bahwa Anda terlalu cemas.
Tubuh kita perlu mengeluarkan semua air melalui kulit dan melalui ginjal agar tidak sering buang air kecil di malam hari.
6. Mulut kering
Jika Anda terus-menerus haus dan tidak makan apa pun yang asin, bisa jadi ini masalah kesehatan emosional Anda. Periode stres yang berkepanjangan bisa memblokir kelenjar ludah, sehingga membuat mulut kering dan kesulitan menelan karena dehidrasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak