Suara.com - Banyak faktor yang bisa memengaruhi umur seseorang dan kesehatannya secara keseluruhan seiring bertambahnya usia, termasuk penurunan kesehatan otak, kesehatan tulang dan sistem kekebalan tubuh yang melemah.
Untungnya, ada jenis makanan tertentu bisa membantu meningkatkan umur dan menargetkan area tersebut, salah satunya tiram.
Tiram mengandung 9 asam amino yang dikemas dengan protein, semua jenis vitamin dan mineral penting, serta rendah kalori dan lemak.
Konsumsi makanan bergizi ini tidak hanya akan membantu mengisi kembali vitamin dan mineral, tetapi juga makanan yang baik untuk menurunkan berat badan dan olahraga.
Kandungan vitamin dan mineral dalam tiram dapat memiliki manfaat yang signifikan bagi sebagian besar tubuh Anda. Kalsium, seng, besi, dan tembaga semuanya membantu meningkatkan kesehatan tulang.
Beberapa vitamin, termasuk C dan E, bermanfaat bagi sistem kekebalan Anda dengan sifat antioksidan dan anti-inflamasinya.
Peningkatan sistem kekebalan Anda bersama dengan hal-hal lain dapat membantu mempercepat penyembuhan dan pemulihan.
"Tiram mentah juga merupakan sumber berlimpah dari beberapa vitamin dan mineral," kata WebMD dikutip dari Express.
Tiram juga sumber vitamin B12 yang sangat baik, yang menurut penelitian memainkan peran besar dalam menjaga kesehatan otak Anda.
Enam tiram berukuran sedang mengandung kira-kira kalori sebanyak 50, protein 6 gram, lemak 1 gram, karbohidrat 5 gram, dan serat 0 gram.
Tiram adalah sumber yang kaya vitamin D, tembaga, seng, dan mangan. Mikronutrien ini dalam kombinasi dengan kalsium dianggap sebagai kunci untuk memperlambat atau mencegah pengeroposan tulang pada wanita yang lebih tua karena osteoporosis.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di MDPI, ekstrak tiram yang difermentasi untuk membantu mencegah keropos tulang dianalisis.
"Di antara organisme laut, tiram mengandung beragam senyawa bioaktif dengan aktivitas antioksidan," kata studi tersebut.
Penelitian lain tentang pertumbuhan tulang mengungkapkan bahwa ekstrak tiram dan taurin, komponen utama tiram dapat meningkatkan berbagai parameter tulang termasuk volume tulang/volume jaringan, ketebalan trabekula, dan jumlah trabekula serta meningkatkan ketebalan pelat pertumbuhan pada model tikus in vivo.
Orang tidak bisa membahas banyak manfaat tiram tanpa menyebutkan hubungannya dengan peningkatan libido.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?