Suara.com - Banyak ibu mungkin ragu untuk bisa menyusui anaknya dengan lancar selama berpuasa Ramadhan 2022. Karena, mereka mungkin takut ASI menjadi tidak selancar dan sebanyak biasanya.
Puasa memang membatasi asupan kalori dan cairan harian. Tapi, bukan berarti ibu menyusui harus takut memberikan ASI selama berpuasa.
Melalui channel YouTube Tanyakan Dokter, dr. Jeffry Kristiawan mengatakan puasa tida akan membuat produksi ASI berkurang drastis. Karena, tubuh pasti sudah menyesuaikan diri dengan aktivitas menyusui.
Apalagi, ibu yang sudah menyusui selama beberapa bulan. Tubuh Anda sudah terbiasa untuk memberikan dan memproduksi ASI.
"Saat ASI itu diberikan semakin sering, baik itu secara langsung atau pumping. Sebenarnya saat payudara sudah kosong, akan memberi sinyal ke otak untuk memproduksi ASI lagi. Jadi, produksi ASI ini tidak terlalu berpengaruh saat berpuasa," kata dr Jeffry Kristiawan.
Terkait puasa mengurangi asupan kalori, ibu menyusui bisa mengakali kondisi ini dengan cara membuat jadwal makan tambahan dan ngemil selama berpuasa.
Menurut dr Jeffry, puasa Ramadhan mungkin akan berdampak pada kandungan vitamin dan mineral dalam ASI ibu menyusui.
Meski begitu, Dr Jeffry mengatakan ibu menyusui tidak perlu terlalu mengkhawatirkan hal itu dan tetaplah menyusui.
"Puasa berdampak pada kandungan vitamin dan mineral pada ASI yang sedikit berkurang jumlahnya. Tapi, itu tidak akan mempengaruhi secara signifikan pada kebutuhan si kecil," jelasnya.
Baca Juga: Varian XE Diduga Lebih Menular dari Varian Omicron, Ini Gejala yang Bisa Terjadi!
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin