Suara.com - Bagi sejumlah orang, makan buah salak mungkin terdengar tidak menarik, tetapi salak adalah buah yang sangat populer di beberapa belahan dunia. Dengan popularitas dan ketersediaannya yang semakin meningkat di seluruh dunia, penting untuk memahami komposisi nutrisinya, serta beberapa potensi manfaat buah salak untuk kesehatan.
Untuk selengkapnya, berikut ini informasi mengenai apa itu salak, nilai gizi, dan manfaat buah salak yang dilansir dari situs Organic Factc, Senin (11/4/2022).
Apa Itu Buah Salak?
Sebenarnya salak adalah nama sejenis pohon palem yang asli di daerah Indonesia dan sebagian Pasifik Selatan. Pohon-pohon ini dibudidayakan untuk buahnya, yang ditemukan berkerumun di dekat pangkal pohon, dan memiliki eksterior merah kecoklatan dan bersisik unik, ini juga yang membuatnya mendapat julukan buah ular.
Nilai Gizi Buah Salak
Salak tidak hanya buah yang bagus untuk dimasukkan ke dalam menu makanan Anda karena rasanya, tetapi juga karena kandungan nutrisinya. Adapun kandungaj nutrisinya meliputi serat makanan, protein, gula, potasium, zat besi, kalsium, fosfor, vitamin C , dan vitamin A yang tinggi.
Selain itu, buah salak juga mengandung berbagai antioksidan dan bahan aktif. Hanya ada 82 kalori dalam 100 gram porsi salak yang erdiri dari karbohidrat, 4% lemak, dan 1% protein. Ini juga berarti bahwa salak memiliki dampak rendah pada asupan kalori secara keseluruhan.
Manfaat Buah Salak
Setelah tahu pengertian dan nilai gizi buah salak, berikut ini beberapa manfaat buah salak untuk kesehatan yang perlu diketahui.
Baca Juga: Tips Menjaga Pola Makan Bagi Pasien Maag Selama Puasa Ramadhan
1. Meningkatkan Memori
Berkat mineral dan bahan aktif (potasium, beta-karoten, dan pektin), buah ini mampu meningkatkan aliran darah ke otak, yang mana ini dapat meningkatkan kognisi dan meningkatkan daya ingat. Inilah mengapa buah ini diberi julukan sebagai “Buah Memori”. Selain itu juga bermanfaat untuk menghilangkan stres oksidatif serta meminimalisir risiko penyakit neurodegeneratif.
2. Meningkatkan Energi
Studi telah menemukan bahwa salak mampu meningkatkan stamina dan merangsang metabolisme serta dapat memberikan dorongan yang kuat untuk tingkat energi tubuh seseorang. Kandungan karbohidrat yang ada dalam buah salak juga berguna untuk enjaga energi sepanjang hari.
3. Penurunan Berat Badan
Salak memiliki kandungan serat tingkat tinggi, yang mana ini berguna untuk meningkatkan perasaan kenyang sehingga mencegah ngemil dan makan berlebihan. Selain itu, buah ini juga berguna dalam meningkatkan efisiensi pencernaan, meredakan gejala sembelit kram, dan kembung, dan
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma