Menurut penelitian, sperma yang diproduksi oleh pria dia ats usia 52 tahun lebih cenderung abnormal daripada sperma pria yang lebih muda.
Produksi air mani tertinggi pada pria berusia 20-an, dan bisa menurun perlahan setelah usia 20-an.
5. Cairan pra-ejakulasi tidak mengandung sperma
Cairan pra-ejakulasi, juga disebut precum, hampir tidak mengandung sperma yang layak.
Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa precum tidak mengandung sperma atau jumlah yang sangat kecil. Sperma yang ditemukan di precum tidak terbentuk dengan baik dan tidak bergerak.
Jumlah kecil ini sangat tidak mungkin menyebabkan kehamilan.
Tugas precum adalah bertindak sebagai pelumas alami. Ini dilepaskan oleh kelenjar Cowper.
6. Air mani membuat sperma hidup lebih lama
Sperma dapat hidup hingga lima hari di dalam saluran reproduksi wanita, hanya menunggu untuk membuahi sel telur.
Baca Juga: Curhat Pria yang Sudah Punya 47 Anak karena Jadi Donor Sperma, Malah Sulit Cari Jodoh
Tapi air mani tidak bisa hidup lama di luar tubuh. Jika disimpan ke dalam air hangat (36,67 derajat Celcius) bisa hidup beberapa menit.
Jika berada di udara atau permukaan keras, sperma dapat hidup hingga mengering.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya
-
5 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Jaga Kesehatan Tulang dan Peradangan pada Sendi
-
Mencetak Ahli Gizi Adaptif: Kunci Menghadapi Tantangan Malnutrisi di Era Digital
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital