Suara.com - Baru-baru ini natto banyak diminati oleh banyak orang setelah banyak dibahas di media sosial. Lantas apa itu natto? Natto adalah salah satu makanan khas Jepang yang memiliki aroma menyengat dan tekstur yang lengket. Meski demikian, ada banyak manfaat natto untuk tubuh.
Sebagai informasi, makanan ini terbuat dari kacang kedelai yang difermentasi dan dibungkus dengan jerami padi yang mengandung bakteri Bacillus Subtilis. Biasanya natto disajikan bersama dengan daun bawang, kecap, mustard, beberapa bumbu dan nasi.
Natto dikenal kaya akan gizi dan memiliki manfaat baik untuk kesehatan. Natto memiliki kandungan vitamin C, vitamin D, vitamin B6, vitamin B12, zat besi, kalsium dan magnesium. Bakteri dalam natto juga membuat seseorang yang memakannya mudah untuk mencerna, sehingga usus lebih mudah untuk menyerap nutrisinya.
Lalu apa saja manfaat natto yang baik untuk kesehatan tubuh? Simak ulasannya berikut ini.
1. Melancarkan metabolisme tubuh
Natto dapat menyeimbangkan sistem kekebalan tubuh, mengurangi lemak tubuh sehingga dapat mencegah tubuh dari berbagai penyakit seperti obesitas dan diabetes.
2. Meningkatkan sistem pencernaan tubuh
Natto juga berperan sebagai pertahanan pertama untuk usus terhadap racun dan bakteri berbahaya. Peneliti mengungkapkan bakteri probiotik dalam natto dapat mengurangi gas, sembelit, kembung, diare dan gejala radang pada usus.
3. Membuat tulang menjadi lebih kuat
Baca Juga: 4 Makanan Pembakar Lemak yang Bisa Dikonsumsi
Natto memiliki banyak nutrisi yang dapat menjaga kesehatan tulang salah satunya adalah vitamin K2. Vitamin K2 ini dapat memainkan peranan penting dalam kesehatan tulang dengan mengaktifkan protein dan membantu membawa kalsium ke dalam tulang. K2 juga dapat mengurangi risiko patah tulang.
4. Meningkatkan umur panjang
Para peneliti mengungkapkan natto menjadi makanan utama penduduk Jepang yang dapat memperpanjang umur. Studi juga menyebutkan bahwa asupan natto ini dikaitkan dengan risiko kematian karena penyakit kardiovaskular.
5. Menjaga kesehatan jantung
Natto yang mengandung probiotik, vitamin K2 dan serat ini dapat menjaga kesehatan jantung. Selain itu enzim nattokinase juga dapat menurunkan dan menjaga tekanan darah agar tetap normal.
Itulah manfaat makanan khas Jepang, natto yang kaya akan nutrisi dan berkontribusi untuk membuat tubuh menjadi semakin sehat. Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Anda!
Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional