Suara.com - Fakta mencengangkan diungkap Artis Tasya Kamila yang alami rontok rambut parah, saat suaminya Randi Bachtiar sempat berjuang melawan sakit kanker kelenjar getah bening atau kanker limfoma hodgkin.
Perempuan berusia 30 tahun ini bercerita bahwa suaminya dalam keadaan baik, tidak mengalami rambut rontok atau kebotakan saat menjalani kemoterapi, tapi malah dirinyalah yang mengalami kondisi tersebut.
"Tapi tahu nggak dia yang kemo aku yang rontok, rambut rontok parah, dia nggak rontok nggak botak," ungkap Tasya dalam acara peluncuran Klinik Utama Kamirawat, di Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Jumat (22/7/2022).
Ibu satu anak ini mengatakan, meski pikiran berusaha sebaik apapun mengatur emosi, berusaha agar tidak stres atau sedih saat dihadapkan pada orang tersayang yang sakit.
Tasya juga berusaha fokus mencari solusi daripada buang waktu untuk menangisi keadaan, tapi siapa sangka tubuhnya tidak bisa berbohong dengan apa yang ia dialami, bahwa ada yang tidak beres.
"Tapi badan nggak bisa bohong, badan bisa bertingkah sendiri," katanya.
Dari peristiwa ini perempuan dengan gelar S2 cumlaude di Columbia University itu belajar, bahwa tidak apa-apa untuk merasa tidak baik-baik saja.
Termasuk juga ketika merasa baik-baik saja, untuk mencari bantuan atau sekedar bercerita ke orang yang terpercaya, termasuk menemui psikolog untuk mengeluarkan semua emosinya.
"Kayaknya ada yang nggak beres atau ngerasa baik-baik aja, nggak apa-apa kok datang ke psikolog atau profesional, it's oky, ceritain permasalahan kita, kita bisa lebih lega apa yang kita rasakan. Walaupun nggak ada solusi yang instan, itu sangat mengturangi stres kita," tutup Tasya.
Baca Juga: Hadiri Blue Dragon Series Awards, 4 Aktris Korea Ini Tampil dengan Dress Free-Shoulder
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?