Suara.com - Ashanty alami sakit leher bagian belakang akibat keseleo. Saat jalani fisioterapi, dikatakan bahwa sakit pada leher terjadi akibat posisi tidur yang salah sehingga menyebabkan otot area leher tegang.
"Guys, aku keseleo lehernya. Aduh, sakit banget, mau ada acara lagi. Ini salah tidur atau apa sih, mas? Atau karena olahraga?" kata Ashanty, dikutip dari video kanal YouTube The Hermansyah A6, Minggu (14/8/2022).
"Kayanya karena salah posisi tidur," jawab petugas fisioterapi yang menangani Ashanty.
Istri Anang Hermansyah itu juga mengaku sempat tidak bisa menengok lantaran lehernya terlalu sakit.
"Kemarin aku benar-benar gak bisa nengok," ujarnya.
Keseleo leher memang termasuk pada jenis cidera jaringan lunak. Rasa sakitnya muncul akibat ligamen di leher meregang terlalu berlebihan.
Dikutip dari Health Grades, keseleo leher yang parah bisa menyebabkan ligamen robek sebagian atau juga seluruhnya.
Ligamen merupakan jaringan ikat kuat yang menghubungkan tulang belakang, menahannya pada posisi yang benar, dan menstabilkan sendi.
Bentuknya elastisitas, sehingga bisa diregangan dengan gerakan sendi dan kembali ke posisi normal.
Baca Juga: Ashanty Renovasi Rumah Besar-besaran, Mau Dijual?
Cedera leher bisa jadi serius, komplikasinya dapat mencakup kondisi kritis seperti kelumpuhan.
Meskipun keseleo leher jarang sampai mengancam jiwa, sulit untuk mengukur keseriusan cedera leher tanpa pemeriksaan medis.
Rasa sakit yang dirasakan akibat keselo leher bisa berbeda-beda pada setiap orang, karena tergantung pada tingkat keparahan keseleo.
Apabila keseleo hingga menyebabkan ligamen robek, maka bisa menyebabkan rasa sakit yang hebat.
Tanda-tanda lain dari leher keseleo dapat meliputi:
- Sulit tidur atau berkonsentrasi
- Sakit kepala di bagian belakang kepala
- Kejang otot di leher atau bahu
- Leher kaku
- Mati rasa atau kesemutan di ekstremitas atas
- Sakit tenggorokan
- Kelemahan di leher atau bahu
Perawatan keseleo leher mirip dengan perawatan keseleo lainnya di tubuh. Tujuannya untuk mengurangi rasa sakit dan gejala lainnya juga memungkinkan ligamen pulih kembali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem