Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin masih positif Covid-19 meski sudah 2 minggu jalani isolasi mandiri (isoman). Akibatnya, Menkes Budi masih bekerja secara virtual dari tempatnya lakukan isoman.
"Mohon maaf saya tidak bisa hadir karena ternyata virusnya gak mau pergi walaupun sudah 14 hari. Sebagai menkes, takutnya nanti virusnya menular," kata Menkes Budi saat memberikan sambutan secara virtual dalam acara Hari Kesehatan Gigi Nasional (HKGN) di Jakarta, Senin (12/9/2022).
Menkes Budi dinyatakan terinfeksi Covid-19 berdasarkan hasil tes PCR sejak Senin, 29 Agustus. Kabar tersebut disampaikan langsung melalui keterangan tertulis dari Biro Komunikasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Sejak itu, Menkes Budi melakukan isolasi mandiri sambil tetap melanjutkan berbagai pekerjaannya.
Ia menekankan bahwa keterbukaan terhadap status Covid-19 merupakan bentuk tanggung jawabnya sebagai pejabat publik. Hal itu agar penularan virus corona bisa segera diputus dan tidak semakin meluas.
“Karena siapa pun dapat tertular dan menularkan Covid-19. Sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita untuk bantu memutus rantai penularannya dengan segera melakukan swab tes. Dan jika hasil tes positif, langsung melakukan isolasi mandiri,” kata Menkes Budi melalui keterangan tertulisnya saat itu.
Ia juga memohon doa kepada masyarakat Indonesia agar dirinya dapat segera pulih dari infeksi tersebut. Kondisinya dikatakan relatif sehat. Meski begitu tidak dijelaskan dengan rinci apa saja gejala yang dialami Menkes Budi. Ia juga telah mendapatkan vaksinasi primer serta booster vaksin Covid-19.
Sejak pertama kali menjabat sebagai Menteri Kesehatan pada Desember 2020 lalu, ini kali pertama Budi dinyatakan positif Covid-19.
Disebutkan bahwa mobilitas yang sangat tinggi dan pertemuan dengan banyak pihak menjadi penyebab Menkes Budi rentan terpapar Covid-19.
Baca Juga: Momen Pengangkatan Raja Charles III Sebagai Pemimpin Baru Inggris
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi